Kantor Imigrasi Kukuhkan Tim PORA Tingkat Kecamatan, Ini Kata Wabup

  • Whatsapp
Wabup Boltim tengah menghadiri rapat Tim PORA.

Boltim, detiKawanua.com – Kantor Imigrasi kelas III Non TPI Kotamobagu menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Boltim Drs Rusdi Gumalangit tepat di desa Tombolikat Induk Kecamatan Tutuyan.
Materi dalam pembahasan rapat dimaksud di antaranya, Pertama diduga Warga Negara Asing (WNA) berkegiatan di desa Buyandi, Kedua diduga warga negara China per hari ini sudah tidak ada di lokasi (kering), Ketiga diduga WNA yang berkegiatan di desa Lanud PT PII, Keempat diduga WNA yang berkegiatan di lokasi PT ILOMATA, Kelima lokasi pertambangan di belakang Desa Lanud yang dibiayai oleh warga negara India, dan terakhir mengawasi bersama di tahun politik perihal Sanger Philipina (SAPI) – Philipina Sanger (PISANG).
Tanggung jawab ini, kata Wabup dalam sambutannya, adalah tanggung jawab kita bersama yang dikoordinasikan dengan tugas pemerintahan. “Tentunya, rapat hari ini hasil kita akan implementasikan terkait dengan tugas pengawasan orang asing. Dengan terbentuknya tim pengawasan orang asing Boltim, maka sudah barang tentu harus selalu ada komunikasinya antar petugas di wilayah masing-masing yakni pemerintah kecamatan,” ujarnya.
Utamanya, lanjut Wabup, komunikasi informasi dan koordinasi itu harus. “Saya yakin, dikukuhkannya seluruh Camat di Boltim dalam Tim PORA ini, akan ada tanggungm jawab di desa dalam koordinasi para Camat dan antar kepala desa masing-masing di wilayah kecamatan,” ucap Rusdi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kotamobagu, Joni Runagit saat diwawancarai awak media. 

Wabup menambahkan, orang asing jika masuk ke salah satu wilayah, pasti punya tujuan. Nah, terkait soal pengawasan itu adalah tugas kita selaku pemerintah dan instasi terkait yaitu Dinas Tenaga Kerja, dan Kantor Imigrasi. Kita harus pastikan apa tujuanya orang asing, apa kerjanya, supaya jelas. Wilayah kita dinilai termasuk banyak WNA yang masuk. Ini yang wajib kita kroscek, apakah punya dokumen yang jelas, data lengkap.

Bacaan Lainnya

“Sekali lagi ini tanggung jawab kita. Salinglah berkoordinasi. Dengan rapat ini, tentunya terkait pengawasan ditingkatkan, apalagi jelang momen Pemilu 2019. Perlu diawasi, jangan sampai masuk dalam data penduduk disini. Olehnya, instansi terkait Disdukcapi dengan terbentuknya Tim PORA ini, agar lebih kuat koordinasinya, pengawasannya, pengecekan terhadap WNA. Semoga akan jalan dengan baik,” jelas Wabup, Selasa (26/2/2019) siang tadi.

Sementara, Kepala Kantor Imigrasi kelas III Non TPI Kotamobagu, Joni Rumagit juga menuturkan, Camat dan Kepala desa (Sangadi-red) harus tahu tentang penduduknya, harus pro aktif dalam pengawasan orang asing, itu dibuktikan dengan KTP-nya. Dan saling koordinasi dengan instansi terkait tentang pelaporan data orang asing.

“Hari ini, Saya kukuhkan semua Camat di Boltim menjadi anggota Tim PORA. Saya imbau WNA harus lengkap segala data atau dokumen lengkap serta tujuannya apa, izinnya diurus sesuai kegiatannya, bekerja sesuai aturan berlaku, kalau berbisnis ya dibilang bisnis, kalau berwisata ya tentu hanya berwisata yang bisa membawa manfaat di daerah. Jika tida, kami akan melakukan tindakan terukur,” ungkap Joni kepada sejumlah awak media.

“Kami minta juga warga Boltim tidak alergi dengan WNA, berikan kepercayaan kepada kami aparat. Apalagi sudah ada Tim PORA tingkat kecamatan. Kami akan berupaya mengurus semuanya untuk mengawasi kegiatan, dan keberadaan mereka baik dalam wadah komunitas intelejen daerah maupun Tim PORA tingkat kabupaten hingga ke kecamatan yang sudah dikukuhkan. Semoga bisa membawa manfaat positif,” ungkap Joni kepada sejumlah awak media,” tandasnya. 

(Fidh)

Pos terkait