Gorontalo Akan Dibangun Masjid Bawah Laut Pertama di Dunia

  • Whatsapp
Yosef Tahir Ma’ruf (Insert: Hinca Pandjaitan). /Ist
Gorontalo, detiKawanua.com – Indonesia akan memiliki Masjid bawah laut pertama di dunia. Masjid
tersebut akan dibangun di Dusun Buboho, Provinsi Gorontalo.

Pembangunan yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat
setempat, Yosef Tahir Ma’ruf ini, menurut Hinca Pandjaitan, akan mampu meningkatkan nama Indonesia di dunia
internasional.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat ini mengakui sangat mengagumi konsep
desa wisata Bubohu, khususnya pemrakarsa Desa Bubohu, Yosep Tahir Ma’ruf (Yotama).
“Apabila
kita terus memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan oleh para
pendahulu kita, maka semua paham ekstrem atau kebudayaan asing akan
terbendung dengan sendirinya. Teror dan kurangnya tingkat kebudayaan
tradisi Indonesia di generasi muda karena kita sedikit demi sedikit
sudah mengikis kearifan lokal,” kata Hinca di Jakarta, Senin (29/02).
Ia menilai Yosep Tahir Ma’ruf berhasil menyulap wilayah yang semula
kering dan gersang menjadi hijau rimbun dan berlimpah air. Kini, Dusun Bubohu di Desa
Bongo, telah berubah menjadi Desa
Wisata Religius Bubohu seluas lebih kurang 400 hektare.

“Kami akan terus mendorong, menumbuhkan dan mempopulerkan tempat-tempat budaya seperti Bubohu ini,” kata Hinca.

Bacaan Lainnya

Berita menarik lainnya: Belum Diterapkan Bebas Visa, Sulut ‘Kehilangan’ Wisatawan China

Masjid yang rencanannya akan dibangun di kawasan objek wisata religius
Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo penampakannya
nantinya bila dilihat dari atas akan berbentuk seperti cincin.


Bentuk tersebut diadopsi dari cincin dua raja (Hulonthalangi dan Limutu) yang dibuang di Danau Limboto sebagai tanda perdamaian.

“Ini
merupakan masjid pertama di bawah laut dan satu-satunya di dunia,” kata
Yotama di Gorontalo, Senin (29/02).

Untuk diketahui,  Desa Wisata Religius Bubohu sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Provinsi Gorontalo. Salah satu kegiatan budaya di desa ini adalah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam.

Pada hari itu, antara lain ditampilkan tolangga, berwujud miniatur kubah masjid dari rangkaian bambu yang dihiasi Kolombengi (kue bolu kering). Kolombengi ini kemudian dimakan bersama hadirin.

(*/vkg)

Pos terkait