Miras di Sangihe Mewabah, Pengawasan Dinilai Lemah

  • Whatsapp
Ilustrasi.
Tahuna, detiKawanua.com – Minuman Keras (Miras) di Sangihe merupakan masalah klasik yang tidak ada ujung pangkal penangananya.
Menariknya berbagai macam merk miras berkelas seludupan dari negara tetangga Filiphina pun beredar luas. Ditengah ramainya minuman luar, minuman lokalpun kerap dikomsumsi warga. Meski dilarang keras, minuman jenis cap tikus terus dipasok.
Menyikapi persoalan ini Ketua Forum LSM Sangihe, Azis Janis mengatakan, pengawasan Miras di Sangihe masih lemah dan menuntut pihak terkait agar bekerja lebih keras lagi.
“Maraknya miras di sangihe karena pengawasan dari pihak terkait sangat lemah, buktinya saat bulan puasa miras tetap beredar dan di jalan banyak pemabuk, kapan kita mau maju kalau semua tak berdaya menghadapi hal ini, ” tegas Janis.
Ditambahkannya pula tradisi lama harus segera ditantang dan dihapus. “Kalau kita solid maka segala sesuatu bisa kita lawan, antara pemerintah dan warga masing-masing mengutamakan kepentingannya,” terang dia.
Untuk itu, pihaknya minta aparat terus turun lapangan, baik di warung, kios, toko yang masih menjual miras diatas jam 8 atau tanpa ijin, segera diinstruksikan untuk ditutup, dalam arti tak lagi diberi ijin.
“Bila masih ada yang membangkang maka semua jenis miras disita untuk kemudian dimusnahkan, jadi dalam hal ini jangan pandang bulu semua disama ratakan, termasuk pihak aparat yang memback up bisnis ini juga harus ditindak tegas pimpinannya,” pungkas Janis seraya mendesak pihak aparat agar melakukan sweping miras disaat bulan puasa ini. (Vic)

Pos terkait