Listrik Sering Padam, Warga Minut Harap DPRD Jangan Masa Bodoh

  • Whatsapp

Ilustrasi. /Ist

Minut, detiKawanua.com – Berulang kali mengalami pemadaman listrik selama seminggu terakhir ini, warga Minahasa Utara (Minut) mengeluhkan cara kerja PLN.
Hal ini dikarenakan, terjadinya pemadaman tanpa jadwal dan pemberitahuan sebelumnya.

Di Desa Laikit misalnya. Terhitung, dalam sehari kerap 2 sampai 3 kali  terjadi pemadaman. Bahkan pada Rabu kemarrin, durasi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan itu mencapai 8 jam.
Selanjutnya, pemadaman listrik pada Kamis (02/07) ini pemadaman kembali terjadi pada pukul 06:45 WITA, dan aktif lagi pada pukul 07.35 WITA. Menariknya lagi, setelah 45 menit berselang, listrik padam lagi, dan waktu pemadamannya terjadi pada pukul 08.15 WITA.
Kondisi ini membuat warga ‘gerah’. Pasalnya, sejumlah alat elektronik milik warga, mulai rusak.”Sayur dan ikan segar terpaksa rusak gara-gara kulkas saya rusak akibat listerik menyala-padam tak beraturan,” keluh Nining, IRT asal salah satu perumahan di Desa Matungkas.
Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Howard Pengky Marius, menyesalkan sikap PLN terkait pemadaman secara sepihak tersebut. “Ini  sudah keterlaluan. Besar kemungkinan PT PLN sudah tak memiliki daya listrik maksimal. Saya menduga, di Minut ini sudah terlalu banyak Perumahan yang otomatis menyedot daya listerik sangat besar,” tuturnya.
Harusnya, lanjut Marius, sebagai BUMN yang melayani kebutuhan masyarakat, PLN wajib mengeluarkan pemberitahuan kepada masyarakat lewat media massa. “Para pelanggan juga punya hak berupa Undang-undang perlindungan konsumen. Sekarang ini media massa siudah banyak, harusnya jika akan ada pemadaman, terlebih dahulu diberitakan agar konsumen tidak resah,” semburnya.
Aktivis yang dikenal vokal itu, juga menyesalkan sikap DPRD dan Polres Minut yang terkesan diam walau intensitas pemadaman listrik sudah diatas kewajaran. “Selaku wakil rakyat, DPRD jangan masa bodoh. Sebab masyarakat sudah dipersulit oleh pemadaman ini. Begitu juga Polres Minut, saya minta jangan tinggal diam. Kan polisi digaji negara untuk menangani masalah terutama jika sudah ada pihak yang dirugikan,” sesalnya.
Sangat disayangkan, sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari PLN terkait masalah gangguan tersebut. “Maaf, saya tidak bisa memberi tanggapan tentang hal ini soalnya kami punya pimpinan, dan pimpinan saya lagi tugas luar,” jelas seorang staf yang berusaha sopan saat dikunjungi wartawan. (*/idn/Syahrul)

Pos terkait