Belajar Jujur di Kios ‘Saguer’ Herry

  • Whatsapp
Kios Herry, Tempat Menikmati Saguer dan Melatih Kejujuran. /ist

Minut, detiKawanua.com – Dewasa ini untuk “menemukan” orang jujur dalam bertransaksi sesuatu, sangat jarang kita temui. Sehingga apa yang dilakukan Herry Kaunang, warga Tangari, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi sesuatu yang langka dan layak diapresiasi serta ditiru manusia lainya.

Bacaan Lainnya

Herry, adalah seorang penjual minuman khas Minahasa jenis ‘Saguer’ (sejenis arak atau tuak,- red) di ruas jalan Airmadidi-Tondano. Selama sekitar 40 tahun membuka kios sederhana tersebut, dirinya membiasakan pembeli untuk jujur dalam membayar minuman yang dijualnya.

Cara yang diterapkan Herry dalam menjajakan puluhan botol minuman dari pohon enau ini, dengan membebaskan pembeli untuk memilih dan meminum sendiri minuman Saguer, tanpa diawasi oleh Herry.

Nantinya setelah selesai menikmati minuman tersebut, pembeli cukup meninggalkan uang yang harus dibayarkannya. Untuk pembeli berikutnya, membayar dengan cara yang sama, namun jika ada pengembalian cukup dengan menukarkan uang yang ditinggalkan pembeli sebelumnya, tanpa diawasi oleh Herry.

Dikatakan Herry, cara menjual yang diterapkannya tersebut, dikarenakan lokasi produksi dengan kios agak mencuram kebawah, sehingga capek jika harus naik-turun melayani pembeli.

“Capek juga sih kalo harus naik-turun melayani pembeli. Jadi, dibiarkan saja para pembeli menikmati Saguer dan membayar dengan jujur. Selama puluhan tahun saya menjual, tidak pernah merasa ada kehilangan,” ujar Herry

“Kalaupun ada yang tidak jujur atau tak membayar, tak mengapa. Asalkan diminum tidak dibuang,” tambah Herry yang mengaku penghasilan jualan Saguer dipakainya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak hingga tingkat tinggi.

Untuk diketahui, kios sederhananya Herry, pada bagian depan terpampang tulisan ‘Jual Saguer Manis, 1 botol Rp 4000, uang dilepas di meja dan dilarang membawa pulang botol’. (*/csd/Syahrul)

Pos terkait