SANGIHE – Suasana menjelang pemilihan pelayanan kategorial di bawah naungan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) semakin dinamis. Salah satu sorotan utama jemaat saat ini tertuju pada bursa pencalonan pengurus Pelayanan Kategorial (Pelka) Bapak Sinode GMIST untuk periode pelayanan mendatang, seiring dibentuknya Panitia Pemilihan Sinode GMIST.
Dua figur yang berlatar belakang dunia pendidikan kini mencuat sebagai kandidat kuat dan mendapat respons positif secara luas. Pnt. Crisnal G. Lahipe, S.Pd. resmi didorong oleh arus bawah jemaat diresort tabukan selatan dan jemaat diresort lainnya sebagai Calon Ketua Pelka Bapak Sinode GMIST. Selain Pnt. Crisnal, nama lain yang juga diusung adalah Adrianto Maherung, S.Pd sebagai kandidat Calon Bendahara Pelka Bapak Sinode GMIST.
Munculnya Pnt. Crisnal G. Lahipe dan Adrianto Maherung dinilai membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi kaum bapak di lingkungan kepulauan Sangihe dan Sitaro. Pnt. Crisnal G. Lahipe dikenal luas sebagai sosok pelayan yang loyal, tegas, dan berpengalaman dalam menggerakkan kegiatan pelayanan di tingkat lokal. Kehadirannya dipandang mampu menjaga murwah persekutuan kaum bapa yang tangguh di era modern. Beliau juga adalah Ketua Pelka Pemuda Jemaat Oikumene Manalu-Lesabe sekaligus Wakil Ketua Pemuda Resort Tabukan selatan pada Masa Bakti 2021-2026.
Di sisi lain, posisi bendahara yang krusial diproyeksikan akan dikelola secara akuntabel oleh Adrianto Maherung, S.Pd. Dengan latar belakang pendidikan profesionalnya, Adrianto diharapkan mampu mewujudkan transparansi keuangan organisasi, memastikan bahwa seluruh dana pelayanan dikelola demi perluasan kerajaan Allah secara bertanggung jawab. Dengan pengalamannya sebagai Bendahara Pelka Bapak Resort Masa bakti 2021-2026 maka Adrianto dinilai layak menjadi Bendahara pelka bapak sinode.
Saat ditemui oleh awak media, Pnt. Crisnal G. Lahipe, S.Pd. menyatakan rasa syukur dan kesiapannya jika mandat pelayanan ini benar-benar dipercayakan oleh jemaat kepada dirinya. Ia menegaskan bahwa pelayanan ini murni merupakan panggilan iman untuk memberikan diri bagi gereja.
“Pelayanan di tingkat Sinode ini bukan tentang mengejar jabatan atau kedudukan, melainkan tentang bagaimana kita memperluas pekerjaan Tuhan demi kemajuan kaum bapa GMIST. Jika Tuhan berkenan dan jemaat memberikan kepercayaan, saya siap melangkah bersama seluruh elemen bapak untuk memperkuat persekutuan kita, baik dalam pembinaan iman maupun aksi sosial nyata di masyarakat,” ujar Pnt. Crisnal dengan penuh komitmen, Selasa (13/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, Adrianto Maherung, S.Pd. juga memberikan keterangannya mengenai visi pengelolaan keuangan yang sehat dan terbuka di tubuh Pelka Bapak Sinode GMIST ke depan. Menurutnya, tata kelola keuangan yang transparan adalah kunci dari suksesnya program kerja organisasi.
“Sebagai bendahara, tanggung jawab utamanya adalah menjaga amanah dan kepercayaan jemaat. Fokus saya ke depan adalah memastikan sistem manajemen keuangan organisasi dikelola secara profesional, modern, dan akuntabel. Setiap rupiah dana pelayanan harus bisa dipertanggungjawabkan dan benar-benar berdampak langsung pada penguatan pelayanan Pelka Bapak di seluruh wilayah koordinasi GMIST,” tegas Adrianto.
Tantangan kepengurusan Pelka Bapak Sinode GMIST ke depan tentu tidak ringan. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memegang tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari pegurus sebelumnya.
Selain melanjutkan program-program strategis, pengurus terpilih wajib menyelaraskan visi mereka dengan kepemimpinan Sinode GMIST saat ini di bawah naungan Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS), Pdt. Dr. Welman Boba, M.Th., demi mewujudkan visi besar gereja di wilayah perbatasan utara Indonesia ini.
Sejumlah perwakilan warga jemaat mengungkapkan bahwa kaum bapa membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi teladan (imam) dalam keluarga sekaligus menjadi motor penggerak kegiatan gerejawi di masyarakat. Harapan besar ditumpukan agar proses pemilihan nanti, yang berjalan selaras dengan agenda pemilihan struktur kepengurusan sinode lainnya, dapat berlangsung kondusif.
Proses bursa pencalonan hingga tahap pemilihan diharapkan tetap bersandar pada hikmat dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus selaku Kepala Gereja, agar melahirkan susunan kepengurusan yang solid, berdedikasi tinggi, dan siap membawa kemajuan signifikan bagi kemuliaan nama Tuhan.






