Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Kualitas Udara Sulut Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Ketua Fraksi NasDem Seska Budiman Desak Aksi Nyata Pemprov dan Rencana Panggil Dinas Terkait

×

Kualitas Udara Sulut Memburuk Akibat Kabut Asap Karhutla, Ketua Fraksi NasDem Seska Budiman Desak Aksi Nyata Pemprov dan Rencana Panggil Dinas Terkait

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulut, Seska Ervina Budiman, S.Sos.

SULUT – Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia kini telah berkembang menjadi problematika lintas daerah yang kian kompleks. Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman serius berupa hilangnya kawasan hutan yang selama ini berfungsi sebagai penyangga ekosistem global, tetapi juga harus berhadapan dengan ancaman kesehatan masyarakat yang nyata. Dampak paling signifikan yang kini mulai dirasakan secara meluas adalah sebaran kabut asap yang telah menyeberang hingga ke wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Provinsi Sulawesi Utara sendiri secara geografis dan atmosferis masuk dalam zona daerah terdampak kabut asap kiriman dari karhutla berskala besar di Kalimantan dan Papua. Situasi regional ini kian diperparah oleh munculnya sejumlah titik api domestik (lokal) di wilayah Sulut. Di antaranya kebakaran lahan yang sempat terjadi di Kepulauan Sangihe meski saat ini dilaporkan sudah mulai mereda, serta kebakaran vegetasi di kaki Gunung Klabat, Minahasa Utara, ditambah beberapa titik api lain yang tersebar di wilayah kabupaten dan kota se-Sulut.

Menyikapi perkembangan situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem, Seska Ervina Budiman, memberikan perhatian serta peringatan yang tegas. Legislator yang dikenal vokal ini mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas terjadinya penurunan kualitas udara yang sangat drastis di wilayah Sulawesi Utara.

Menurut Seska, penurunan kualitas udara ini bukan lagi sekadar ancaman di atas kertas atau data statistik, melainkan sudah sangat terlihat jelas secara kasat mata oleh masyarakat umum. Salah satu indikator utamanya adalah mulai terbatasnya jarak pandang di sejumlah wilayah akibat selimut asap tebal yang intensitasnya kian meningkat.

“Situasi ini juga diperburuk oleh faktor klimatologi, di mana pengaruh fenomena El Niño yang kuat membuat prediksi awal musim hujan mundur hingga November 2026. Akibatnya, polutan, partikel debu, dan kabut asap hasil karhutla terakumulasi lebih lama di atmosfer udara tanpa adanya luruh akibat air hujan, sehingga intensitas debu terus meningkat sepanjang musim kemarau ini,” jelas srikandi politik Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) tersebut, Selas (13/10/2026).

Ancaman Kesehatan dan Desakan Sosialisasi Masif ke Akar Rumput

Lebih lanjut, Seska Ervina Budiman menekankan bahwa fokus utama kekhawatirannya tertuju pada aspek kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. Paparan partikel debu halus dan gas beracun yang terkandung dalam asap karhutla dinilai sangat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. Kondisi udara yang buruk ini berpotensi besar memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta dapat memicu kambuhnya para penderita penyakit asma kronis.

Atas dasar itulah, Ketua Fraksi NasDem ini mendesak agar pemerintah daerah, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Utara hingga pemerintah Kabupaten dan Kota, untuk segera mengambil peran aktif dan tidak tinggal diam. Menurutnya, mengantisipasi dampak buruk ini merupakan kewajiban konstitusional dan kemanusiaan dari pemerintah.

“Ini tentu adalah kewajiban pemerintah, baik pemerintah provinsi hingga ke kabupaten/kota. Peran aktif pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi hal ini, yaitu dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, terstruktur, dan menjangkau hingga ke lapisan masyarakat paling bawah atau akar rumput,” tegas personil Komisi II DPRD Sulut ini.

Melalui edukasi tersebut, pemerintah diharapkan dapat membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai bahaya dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari kabut asap, serta cara-cara praktis mengantisipasinya agar tubuh tidak mudah terserang berbagai penyakit saluran pernapasan.

Selain edukasi, Srikandi asal Kepulauan Sangihe ini juga mengharapkan adanya langkah taktis dari instansi terkait, seperti mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk wajib menggunakan masker khusus yang sesuai dengan standar kesehatan (seperti masker yang mampu menyaring partikel mikro berbahaya). Pemerintah daerah juga dituntut untuk mengeluarkan regulasi atau larangan tegas agar warga tidak memperburuk situasi lingkungan dengan melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara sembarangan selama musim kemarau ekstrem ini.

Langkah Pengawasan: DPRD Segera Panggil Dinas Terkait

Sebagai wujud fungsi pengawasan melekat yang dimiliki oleh lembaga legislatif, Seska Ervina Budiman menyatakan tidak akan tinggal diam di gedung parlemen. Selaku Ketua Fraksi Partai NasDem, ia berkomitmen untuk segera membangun komunikasi intensif dengan pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Komunikasi ini bertujuan untuk menjadwalkan agenda pemanggilan resmi (Rapat Dengar Pendapat) terhadap dinas-dinas dan instansi terkait di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulut.

“Selaku Ketua Fraksi, saya akan berkomunikasi dengan pimpinan DPRD untuk memanggil dinas yang terkait, guna meminta penjelasan dan memaparkan laporan sejauh mana upaya, kesiapan, serta strategi konkret yang telah mereka lakukan dalam penanganan dampak kabut asap karhutla ini,” ungkapnya secara lugas.

Melalui pemanggilan ini, DPRD Sulut ingin memastikan bahwa penanganan dampak karhutla, mitigasi kesehatan, serta penyaluran bantuan medis seperti masker standar telah berjalan sesuai dengan prosedur penanggulangan bencana daerah yang cepat dan tepat sasaran.

Menutup penyampaiannya, Seska Ervina Budiman mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan lapisan masyarakat di Sulawesi Utara untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan warga yang terdampak langsung, serta memberikan dukungan moril kepada para petugas pemadam kebakaran, relawan, dan aparat yang saat ini tengah berjuang di garis depan memadamkan api di Kalimantan, Papua, maupun di titik-titik kebakaran lokal di Sulut.

“Sembari kita melakukan upaya lahiriah, mari kita sama-sama berdoa untuk keselamatan masyarakat yang terdampak langsung, para petugas pemadam, dan terlebih bagi mereka yang masuk kelompok rentan seperti para lansia, perempuan, serta anak-anak, agar selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga karhutla ini dapat segera padam sepenuhnya dan bencana El Niño ini cepat berakhir,” pungkasnya.