Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Refleksi HUT ke-60 KAHMI: Donal Pakuku Ajak Alumni Perkuat Sinergi Daerah dan Kawal Empat Pilar Kedaulatan Bangsa

×

Refleksi HUT ke-60 KAHMI: Donal Pakuku Ajak Alumni Perkuat Sinergi Daerah dan Kawal Empat Pilar Kedaulatan Bangsa

Sebarkan artikel ini

MANADO – Hari Ulang Tahun (HUT) atau Milad Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-60 yang jatuh pada hari ini, 17 September 2026, dirayakan dengan penuh khidmat di berbagai penjuru tanah air. Momentum enam dekade organisasi wadah alumni “hijau hitam” ini turut mendapat atensi mendalam dari salah satu tokoh pemuda Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.IP, yang menjabat sebagai Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Peringatan yang menandai genapnya usia 60 tahun sejak KAHMI pertama kali didirikan pada 17 September 1966 di Solo, Jawa Tengah, dinilai Donal sebagai fase kematangan yang krusial. Berdiri di atas pilar intelektualisme dan nilai keislaman, KAHMI kini menghadapi tantangan zaman yang jauh lebih dinamis dan kompleks.

Peran Strategis Alumni untuk Kemajuan Daerah

Saat diwawancarai media ini, Donal Pakuku merefleksikan bahwa eksistensi alumni HMI yang tersebar luas di berbagai sektor mulai dari birokrasi, akademisi, politik, hukum, hingga dunia usaha adalah modal sosial yang luar biasa bagi pembangunan.

“Selamat Milad ke-60 KAHMI. Enam dekade pengabdian bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah penanda penting kekuatan intelektual kolektif kita. Bagi kami di MD KAHMI Boltim, momentum ini harus menjadi titik pijak untuk merapatkan barisan, membuang sekat-sekat perbedaan, dan memperkuat komitmen kontribusi nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Donal Pakuku, Kamis (17/09/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut ini menuturkan bahwa daerah seperti Bolaang Mongondow Timur membutuhkan sumbangsih pemikiran yang segar dan konstruktif dari para cendekiawan Muslim. Sinergi yang solid antar alumni dinilai mampu melahirkan solusi konkrit terhadap persoalan-persoalan lokal seperti peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi berbasis pedesaan, hingga pengawasan kebijakan publik.

Menyelaraskan Gerak dengan Empat Pilar Kedaulatan

Lebih lanjut, Donal menggarisbawahi urgensi pemaknaan tema besar yang diusung oleh Majelis Nasional (MN) KAHMI tahun ini, yaitu “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa“. Tema ini juga telah diimplementasikan secara konkret melalui perumusan naskah akademik dalam Simposium Nasional di Gedung Nusantara V MPR RI pada awal September, yang direncanakan diserahkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Donal, kedaulatan bangsa bukan sekadar jargon politik, melainkan bertumpu pada sektor-sektor mendasar yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

“Sebagai kader, kita harus linier dengan arah perjuangan nasional. MN KAHMI berfokus pada empat pilar kedaulatan strategis yakni, kemandirian energi, ketahanan pangan, kedaulatan air, serta kesejahteraan rakyat. Di tingkat daerah, kita wajib mengawal isu-isu ini agar kebijakan agraria, pangan, dan energi benar-benar berpihak pada masyarakat lokal, bukan segelintir kelompok,” tegasnya.

Pengusaha muda ini pun menambahkan bahwa kematangan gerakan KAHMI hari ini dibuktikan dengan pergeseran paradigma, di mana penyaluran aspirasi dan kritik kini diutamakan melalui diskursus akademik yang berbobot serta aksi kemanusiaan yang nyata.

Komitmen Menjaga Demokrasi Berintegritas

Menjelang berbagai agenda politik dan dinamika sosial ke depan, Presidium KAHMI Boltim ini mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan agar tetap seimbang. KAHMI diharapkan dapat menjadi jangkar perdamaian serta pendorong iklim demokrasi yang sehat dan berintegritas di tengah masyarakat.

“Tantangan modernisasi dan teknologi menuntut kita bersikap adaptif tanpa kehilangan identitas keislaman. Di usia yang ke-60 ini, mari kita buktikan bahwa alumni HMI senantiasa berdaulat dalam gagasan, berintegritas dalam kepemimpinan, dan konsisten dalam pengabdian,” pungkas Donal.

error: Content is protected !!