MANADO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Manado resmi menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2026 yang diselenggarakan di Courtyard by Marriott Hotel Manado, Sabtu (5/9/2026). Momentum ini menjadi langkah awal pemanasan mesin partai di Sulawesi Utara dalam menyambut kalender politik tahun 2027 mendatang.
Sebagai wilayah pertama di Bumi Nyiur Melambai yang melaksanakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), DPC Gerindra Manado langsung tancap gas menyusun strategi pemenangan.
Ketua DPC Gerindra Kota Manado, Louis Carl Schramm, menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah krusial. Mengingat, kebijakan internal Gerindra menetapkan tenggat waktu yang sangat ketat untuk penggodokan calon pemimpin daerah.
“Konsolidasi ini adalah perintah langsung dari DPP dan DPD. Untuk awal, karena kita akan masuk ke tahun 2027 nanti, Gerindra punya kebijakan sendiri. Pada bulan Februari, nama-nama calon kepala daerah sudah harus masuk ke DPP. Jadi, segala sesuatunya kita persiapkan matang-matang dari sekarang,” ujar Louis kepada sejumlah awak media disela-sela kegiatan Rakercab.
Manado Jadi Barometer Politik Sulawesi Utara
Dalam arahannya, Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus memproyeksikan Kota Manado sebagai center of gravity atau pusat gravitasi pergerakan politik di Sulawesi Utara. Status Manado sebagai ibu kota provinsi menjadikannya barometer utama bagi kemenangan Gerindra secara keseluruhan.
Menyikapi hal tersebut, Louis menyatakan pihaknya telah menginstruksikan struktur partai di semua tingkatan untuk bergerak serentak tanpa celah.
“DPC Manado sudah sangat siap. Kami terus melakukan konsolidasi total dari tingkat DPC, Ranting, hingga anak Ranting. Ini semua sudah berjalan. Terlebih tahun depan kita sudah mulai dihadapkan pada tahapan verifikasi partai politik dan pemutakhiran data. Semua struktur harus dalam kondisi siap tempur,” tegasnya.
Target Ambisius 20 Kursi Legislatif
Partai Gerindra memasang target tinggi pada kontestasi legislatif mendatang, yakni meraih 20 kursi di DPRD Kota Manado dan 25 kursi di DPRD Provinsi. Angka ini merupakan instruksi langsung dari Ketua DPD Gerindra Sulut (yang juga akrab disapa Pak Gubernur oleh para kader).
Louis mengakui target tersebut merupakan tantangan besar, namun ia optimistis tidak ada hal yang mustahil jika seluruh elemen partai bekerja secara solid. Target penambahan kursi juga berlaku untuk DPR RI, di mana saat ini Gerindra Sulut baru menduduki satu kursi.
“Sesuai target yang disampaikan Ketua DPD, ini adalah target yang menuntut kita semua untuk bekerja keras bersama-sama. Begitu juga dengan target di tingkat provinsi dan DPR RI. Apa yang disampaikan Ketua DPD, saya rasa tidak ada yang mustahil jika kita saling mendukung dan berjuang optimal,” tambah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini.
Partai Terbuka dan Kesiapan Kader
Guna memenuhi target besar tersebut, Gerindra Manado menerapkan strategi rekrutmen terbuka (welcome party). Louis menegaskan Gerindra tidak membatasi diri hanya pada kader internal, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi figur potensial dari eksternal yang belum berpartai namun memiliki komitmen kuat membangun daerah.
Di sisi lain, saat disinggung mengenai mencuatnya nama BARA (Standius Bara Prima, Ketua TIDAR Sulut) dalam bursa politik, Louis memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut BARA sebagai salah satu kader terbaik yang rajin membangun koordinasi intensif dengan DPC maupun pusat. Menurutnya, merupakan hal yang wajar jika kader-kader potensial mulai mencalonkan diri.
Menutup penyampaiannya, ketika ditanya mengenai kesiapan dirinya yang diperintahkan langsung oleh Ketua DPD/Gubernur untuk maju bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, Louis Carl Schramm memberikan jawaban diplomatis khas petarung politik.
“Sebagai kader partai, ketika diperintahkan untuk siap, maka kita harus selalu siap. Apa yang sudah diinstruksikan dan diperintahkan oleh pimpinan, wajib hukumnya untuk kami jalankan,” pungkas Louis dengan nada optimistis.









