MANADO – Atmosfer khidmat menyelimuti Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Kota Manado pada Jumat, 21 Agustus 2026. Di gedung pimpinan daerah tersebut, sejarah baru kepemudaan berbasis masjid di Sulawesi Utara resmi dimulai.
Di bawah komando Ketua Umum Wilayah Donal Pakuku, jajaran pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara resmi diambil sumpahnya. Namun, ada satu pemandangan menarik yang menyedot perhatian publik hari itu, yakni pengurus Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) BKPRMI Sulut periode 2026-2031.
LPSDM kali ini tampil dengan formasi yang tidak biasa. Lembaga yang bertanggung jawab atas pengaderan ini dihuni oleh kombinasi strategis antara tokoh pemuda, mantan aktivis, hingga deretan mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) lintas generasi dari Cabang Manado dan Cabang Tondano.
Tongkat kepemimpinan Direktur Wilayah LPSDM kini resmi dipegang oleh Syarif Aif Darea. Bukan nama baru di dunia gerakan, Syarif merupakan figur yang matang di ranah organisasi, tercatat sebagai Mantan Ketua Tidar (Tunas Indonesia Raya) Sulawesi Utara sekaligus Mantan Aktivis HMI Cabang Manado.
Untuk menjalankan roda lembaga, Syarif didampingi oleh Hendra Nabu sebagai Wakil Direktur Wilayah (Jurnalis/Mantan Sekretaris HMI Cabang Manado). Posisi Sekretaris Wilayah diamanahkan kepada Roy Priyatno Asona (Mantan Ketua Cabang HMI Manado), didampingi Rahayu Said sebagai Wakil Sekretaris Wilayah (Aktivis Perempuan , Members SMILE). Sementara sektor keuangan organisasi dikomandoi oleh Rahman Hanafie selaku Bendahara Wilayah (Enterpreneur, Aktivis KKSS), didampingi Wakil Bendahara, Ade Irma S. Marola (Aktivis Perempuan, Anggota HMI).
Tidak berhenti di jajaran inti, kekuatan struktural lembaga ini kian kokoh dengan masuknya jajaran mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado seperti Supriadi M. Saleh, Indra Asiali, dan Amas Machmud di barisan anggota.
Sinergi lintas lini ini semakin kaya dengan hadirnya ragam profesi dan latar belakang kader potensial lainnya. Mulai dari Fadjrin Haryanto (Jurnalis/Desainer Grafis), Fikry Tahir (Mudharib Nasional/Mantan Sekretaris BKPRMI Bolsel), hingga barisan mantan pengurus HMI Tondano seperti La Ode Hamzal (Mantan Ketua HMI Cabang Tondano), Burhanudin Muchammad (Aktivis, Mantan Sekertaris HMI Cabang Tondano), dan Iskandar Zulkarnaen (Jurnalis, Mantan Ketua HMI Cabang Tondano), serta tokoh pemuda Muhammadiyah, Jufry Pilomonu.
Bagi Syarif Aif Darea, berkumpulnya para pemikir dan mantan aktivis di tubuh LPSDM bukanlah kebetulan biasa. Ini adalah modal besar untuk melakukan lompatan kuantum bagi pembinaan remaja masjid di Bumi Nyiur Melambai.
“LPSDM memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak kader remaja masjid yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing. Kehadiran para senior, mantan ketua cabang, dan aktivis di jajaran kepengurusan serta anggota akan memperkuat metodologi pembinaan spiritual sekaligus manajerial organisasi,” kata Syarif mantap usai pelantikan.
Menatap ke depan, LPSDM BKPRMI Sulawesi Utara bergerak cepat. Di bawah satu garis komando kepengurusan wilayah, lembaga ini berkomitmen langsung menyusun program kerja taktis, merapatkan barisan internal, dan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan kepemudaan berbasis masjid.










