BITUNG – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bitung–Minahasa Utara, Ruslan Abdul Gani, S.Sos., MM., melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026. Kegiatan ini bertempat di Kelurahan Bitung Barat Satu, Lingkungan IV, pada Selasa (4/8/2026).
Agenda ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi, usulan pembangunan, hingga persoalan lingkungan kepada wakil rakyat mereka di tingkat provinsi.
Dalam sambutannya, Ruslan Abdul Gani memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang antusias hadir dan aktif dalam berdialog.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bitung Barat Satu yang telah hadir. Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu konstituen, menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memperjuangkannya melalui mekanisme yang ada di pemerintah,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ruslan menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas belaka, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Sebagai bentuk komitmen atas dukungan yang ia terima pada Pemilu lalu, ia memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang sebelumnya tidak sempat dikunjungi saat masa kampanye.
“Tujuan utama kami datang adalah membangun komunikasi dua arah. Kami ingin mendengarkan secara langsung kebutuhan dan persoalan yang ada agar dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD,” tambahnya.
Apresiasi senada juga datang dari Lurah Bitung Barat Satu, Endalita Kansil. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD Provinsi merupakan kesempatan berharga bagi warga untuk menyuarakan kebutuhan pembangunan yang selama ini dinantikan.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Ruslan Abdul Gani bersama tim. Semoga pertemuan ini membawa manfaat dan dampak positif bagi masyarakat, pemerintah, serta pembangunan di Kelurahan Bitung Barat Satu,” tutur Endalita. Ia juga mengimbau warga untuk memanfaatkan momen ini dengan menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Drainase dan Abrasi Pantai Jadi Keluhan Utama
Dalam sesi dialog, isu infrastruktur mendominasi jalannya diskusi. Masalah buruknya sistem drainase yang kerap memicu banjir saat hujan deras menjadi keluhan utama warga. Salah satu perwakilan warga mengungkapkan bahwa saluran air di RT 14 Lingkungan 4 sudah lama tidak mampu menampung debit air, sehingga air kerap meluap dan merendam rumah-rumah warga sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Ruslan menjelaskan bahwa pembangunan drainase di wilayah tersebut merupakan wewenang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung. Kendati demikian, ia memastikan seluruh keluhan warga tetap dicatat untuk diteruskan melalui mekanisme pokir DPRD kepada pemerintah daerah setempat.
“Semua usulan harus diawali dari tingkat lingkungan dan kelurahan, kemudian dibahas dalam Musrenbang sebelum masuk dalam perencanaan pembangunan. Aspirasi hari ini tetap kami tampung untuk diperjuangkan,” tegas Ruslan.
Lurah Endalita Kansil menambahkan bahwa pihak kelurahan sebenarnya telah memetakan dan mengusulkan sejumlah titik saluran air prioritas kepada Pemkot Bitung.
Selain masalah drainase, Endalita juga menyoroti ancaman serius dari abrasi pantai. Menurut datanya, wilayah pesisir Bitung Barat Satu telah mengalami pengikisan daratan hingga mencapai sekitar 20 meter. Kondisi ini mulai mengancam keselamatan permukiman warga setempat.
“Pembangunan tanggul penahan ombak menjadi salah satu usulan prioritas kami. Abrasi terus menggerus daratan dan berpotensi membahayakan rumah-rumah warga di pesisir,” jelas Lurah.
Sosialisasi Program Koperasi Merah Putih
Selain menyerap keluhan infrastruktur, Ruslan Abdul Gani memanfaatkan kesempatan ini untuk menyosialisasikan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini merupakan inisiatif langsung dari pemerintah pusat untuk menggenjot ekonomi arus bawah.
Ia menjelaskan, setiap desa atau kelurahan memiliki peluang besar untuk mendapatkan dukungan pembangunan koperasi ini, dengan catatan harus memenuhi kelengkapan administrasi dan memiliki ketersediaan lahan. Koperasi tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh masyarakat setempat dengan asistensi tenaga manajerial profesional yang disiapkan oleh pemerintah pusat.
“Harapan pemerintah adalah setiap desa dan kelurahan memiliki koperasi yang kuat, yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara mandiri,” urai Ruslan.
Berkomitmen Kawal Usulan Warga
Menutup kegiatan reses, Ruslan kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi yang telah dihimpun. Seluruh usulan warga ini akan dirangkum ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD untuk diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun instansi terkait yang berwenang.
Ia juga mengingatkan warga bahwa agenda reses dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun, sehingga ruang komunikasi dan penyampaian usulan pembangunan akan tetap terbuka lebar di masa mendatang.
“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan yang kami miliki. Mudah-mudahan setiap usulan yang disampaikan hari ini dapat direalisasikan secara bertahap melalui program pemerintah,” pungkas Ruslan.(*)
Ruslan Abdul Gani Serap Aspirasi Warga Bitung Barat Satu, Masalah Drainase dan Abrasi Pantai Jadi Prioritas










