BOLMONG – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara mengambil langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Pada Selasa (4/8/2026), GP Ansor resmi meresmikan unit usaha baru bernama Ansor Mart yang berlokasi di Desa Tanoyan Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kehadiran ritel ini diproyeksikan menjadi percontohan sekaligus stimulus bagi seluruh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di Sulawesi Utara untuk membangun unit usaha produktif berbasis potensi daerah.
Menghidupkan Pilar Sejarah NU
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa gerakan ekonomi kerakyatan bukan hal baru, melainkan fondasi awal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).
“Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi utama. Nahdlatut Tujjar (1918) di bidang ekonomi, Taswirul Afkar (1922) di bidang keilmuan dan sosial budaya, serta Nahdlatul Wathan (1924) di bidang kebangsaan dan pendidikan,” ujar Addin.
Addin menambahkan, hadirnya Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) yang kini telah menggandeng 10 perusahaan holding di berbagai sektor strategis merupakan upaya konkret untuk melengkapi visi dasar tersebut dan menggairahkan konsolidasi ekonomi kader di seluruh Indonesia.
Mengangkat Keunggulan Komparatif Daerah
Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, Hamri Mokoagow, menyampaikan bahwa peresmian Ansor Mart ini merupakan titik awal kebangkitan ekonomi organisasi di Bumi Nyiur Melambai. Pihaknya berkomitmen untuk mereplikasi model usaha ini ke berbagai tingkatan cabang di kabupaten dan kota lain dengan menyesuaikan keunggulan komparatif wilayah masing-masing.
“Setelah ekosistem ekonomi kader di daerah makin solid, kita akan konsolidasikan bersama sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia melalui gelaran Pertemuan Bisnis Ansor Nasional yang siap dilaksanakan di Sulawesi Utara,” tutur Hamri optimistis.
Konsolidasi Lini Bisnis Strategis
Sementara itu, Direktur BUMA Sulawesi Utara, Faisal Pranoto, menjelaskan bahwa Ansor Mart menjadi motor penggerak untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas ekonomi produktif yang sudah berjalan subur di kalangan kader Sulawesi Utara. Beberapa sektor yang telah berkembang pesat meliputi Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Perkebunan Alpukat di Kabupaten Minahasa Utara, dan Perkebunan Jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Faisal menegaskan, BUMA Sulut saat ini memfokuskan pengembangan pada empat sektor utama, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam (SDA), penguatan UMKM, serta ekonomi kreatif.
Apresiasi besar juga datang dari Penanggung Jawab Ansor Mart Tanoyan Utara sekaligus Pimpinan Divisi Inovasi dan Pengembangan Usaha BUMA Sulut, Rudi Paputungan. Ia menyampaikan terima kasih atas sinergi dari pimpinan pusat hingga daerah yang membuat peresmian ini berjalan sukses.
“Momen ini menjadi penyemangat bagi kami untuk membesarkan Ansor Mart ke depannya, sekaligus menjadi stimulus bagi PC GP Ansor lainnya untuk bersama-sama membangun kemandirian ekonomi organisasi,” pungkas Rudi.
Melalui strategi konsolidasi yang terarah dan berkelanjutan, GP Ansor Sulawesi Utara optimistis mampu melahirkan struktur ekonomi organisasi yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Kemandirian Ekonomi Kader, GP Ansor Sulawesi Utara Resmikan Ansor Mart di Bolaang Mongondow







