Example floating
Example floating
HEADLINEMANADOPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Gubernur Sulut Naikkan Subsidi Biaya Lokal Haji Jadi Rp5 Juta, Amir Liputo Beri Apresiasi Tinggi

×

Gubernur Sulut Naikkan Subsidi Biaya Lokal Haji Jadi Rp5 Juta, Amir Liputo Beri Apresiasi Tinggi

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menaikkan subsidi biaya lokal bagi jemaah haji tahun ini. Dari yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp3,8 juta, kini bantuan tersebut melonjak menjadi Rp5 juta per orang.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap umat di tengah dinamika ekonomi.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa penambahan subsidi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima.

“Kita ingin memastikan ibadah haji tetap terjangkau dan pelayanan kepada jemaah semakin baik. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat,” ujar Gubernur Yulius.

Langkah responsif pemerintah ini langsung mendapat apresiasi positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Anggota DPRD Sulut, Amir Liputo, menyatakan rasa terima kasihnya atas kearifan Gubernur yang tetap memprioritaskan bantuan umat meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Saya sebagai wakil umat mengucapkan terima kasih. Di tengah kesulitan keuangan, Sulut tetap komit peduli terhadap umat. Kami di DPR memang menganggarkan, tapi kewenangan pengeluaran ada di pemerintah, dan Pak Gub memahami benar situasi ini,” ujar Liputo, Senin (27/04/2026) di kantor DPRD Sulut.

Selain nominal yang naik, Liputo juga mengapresiasi sistem penyaluran bantuan yang dinilai sangat transparan dan memudahkan. Dana subsidi tersebut tidak melalui perantara, melainkan langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing jemaah.

“Kami sangat salut karena bantuan ini langsung ditransfer ke rekening jemaah. Kami mendoakan agar pemerintahan berjalan dengan baik dan jemaah yang berangkat diberikan keselamatan serta kelimpahan rezeki,” pungkasnya.

Dengan kenaikan subsidi ini, diharapkan aksesibilitas layanan keagamaan di Sulawesi Utara semakin inklusif, berkeadilan, dan membantu jemaah fokus menjalankan ibadah dengan tenang di tanah suci.