Example floating
Example floating
MANADOMINAHASA TENGGARASULAWESI UTARA

Meniti Jalan Pengabdian di Bumi Nyiur Melambai: Sisi Lain Perjalanan Donal Pakuku

×

Meniti Jalan Pengabdian di Bumi Nyiur Melambai: Sisi Lain Perjalanan Donal Pakuku

Sebarkan artikel ini
Donal Ilham Pakuku/(Foto: Ist)

SULUT – Suasana sore di salah satu sudut kafe di Kota Manado tampak riuh, namun seorang pria duduk tenang dengan tatapan mata yang hangat namun penuh tekad. Dialah Donal Ilham Pakuku, sosok pemuda yang namanya kini makin lekat dalam ruang dinamika sosial dan keagamaan di Sulawesi Utara. Di balik penampilannya yang bersahaja, tersimpan komitmen besar untuk membawa perubahan positif bagi generasi muda di tanah kelahirannya.

Bagi masyarakat dan aktivis di Sulawesi Utara, nama Donal dikenal luas sebagai figur pemimpin yang merakyat dan vokal. Karakter kepemimpinannya yang tegas tidak terbentuk dalam semalam. Pondasi tersebut telah tertanam kuat sejak ia meniti langkah di dunia pergerakan mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado.

Di rahim HMI Cabang Manado itulah, Donal menggembleng diri dengan nilai-nilai akademis, pencipta, dan pengabdi. Dinamika hijau-hitam di Kota Tinutuan mulai dari diskusi-diskusi ideologis yang tajam di sekretariat, pelatihan kepemimpinan yang membentuk mental, hingga aksi-aksi advokasi sosial di jalanan telah menempanya menjadi sosok intelektual organik yang peka terhadap ketimpangan di sekitarnya. Pengalaman berproses di HMI Cabang Manado ini pula yang menjadi modal berharga sekaligus jembatan bagi dirinya untuk melangkah ke panggung pergerakan yang lebih luas.

Pondasi kepemimpinan dan nafas keislaman yang matang dari HMI Cabang Manado tersebut membawa kiprahnya masuk dalam bursa calon kuat Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Utara. Namun, panggung Musyawarah Wilayah (Muswil) XI yang digelar di Aula Asrama Haji Tuminting, Kota Manado, nyatanya menghadirkan dinamika politik organisasi yang luar biasa sengit.

Ajang pemilihan yang semula diproyeksikan berjalan mulus justru berakhir dengan situasi buntu (deadlock). Sengitnya konstelasi perebutan kursi kepemimpinan membuat forum memanas hingga keputusan akhir tidak dapat dilahirkan di tingkat wilayah. Imbas dari kebuntuan tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI akhirnya mengambil keputusan tegas untuk mengambil alih penuh jalannya organisasi dan kelanjutan Muswil Sulut.

Bagi Donal, dinamika deadlock dan pengambilalihan oleh pusat ini bukanlah sebuah akhir, melainkan ujian kematangan kepemimpinan yang sesungguhnya. Sebagai kader yang lahir dari gemblengan organisasi, ia menyikapi badai politik di tubuh BKPRMI ini dengan kepala dingin, mengedepankan aturan main organisasi, dan tetap berfokus pada tujuan utama: pembinaan generasi muda Islam di Sulawesi Utara.

“Dinamika dalam organisasi adalah hal yang lumrah, bahkan menjadi ujian kedewasaan bagi kita semua. Ketika terjadi kebuntuan (deadlock), aturan main dan konstitusi organisasi harus tetap dijunjung tinggi. Pemuda tidak boleh cengeng atau mundur saat ada badai politis. Kita harus menyikapinya dengan kepala dingin demi masa depan pembinaan generasi muda,” kata Donal, usai Muswil BKPRMI Sulut, Sabtu (06/06/2026).

Selain aktif di dunia kepemudaan, Donal juga dikenal luas sebagai seorang pengusaha tambang emas. Langkah kakinya merambah industri ekstraktif logam mulia ini, salah satunya di wilayah kaya potensi emas seperti Ratatotok, Minahasa Tenggara. Baginya, mengelola bisnis di sektor pertambangan emas yang keras dan penuh risiko tinggi ini menuntut profesionalisme tinggi, ketahanan mental, serta keberanian besar dalam mengambil keputusan bisnis.

Ia percaya bahwa modal utama seorang aktivis pemuda tidak hanya terletak pada kemampuan retorika, melainkan juga pada kemandirian ekonomi. Melalui sektor pertambangan emas yang ia geluti, Donal berusaha membuktikan bahwa anak muda daerah mampu menembus industri skala besar, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lingkar tambang, sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya di Sulawesi Utara untuk berani mandiri secara finansial lewat dunia wirausaha.

Sinergi antara jiwa aktivisme alumnus HMI Cabang Manado, keteguhan menghadapi dinamika BKPRMI, dan kematangannya sebagai pengusaha tambang emas inilah yang membentuk karakter Donal menjadi pribadi yang tak mudah menyerah. Di tengah kesibukannya yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk mengawal berbagai isu sosial dan memastikan bahwa suara masyarakat kecil tetap terdengar di ruang-ruang publik.

Kini, perjalanan Donal Pakuku masih terus berlanjut. Kisah hidupnya menjadi potret nyata dari seorang tokoh muda lokal yang memilih untuk mendedikasikan waktu, energi, dan pemikirannya demi kemajuan masyarakat dan kokohnya kebersamaan di tanah Sulawesi Utara.