SULUT – Di tengah gelombang regenerasi politik di Sulawesi Utara, nama Eldo Wongkar, S.H muncul sebagai representasi kuat dari generasi Z dan milenial yang mampu menyeimbangkan antara warisan politik dan integritas pribadi.
Tumbuh dalam lingkungan keluarga politik sebagai putra dari Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, Eldo sadar bahwa ekspektasi publik terhadapnya sangat tinggi. Namun, alih-alih berlindung di bawah bayang-bayang sang ayah, ia memilih jalannya sendiri dengan terjun ke Komisi II yang bersentuhan langsung dengan sektor riil pertanian dan ekonomi.
Selama periode 2024–2029 Eldo tetap konsisten pada isu perut rakyat. Mewakili Dapil Minsel-Mitra, ia berkomitmen menjadi penyambung lidah bagi para petani kelapa dan cengkeh yang menjadi tulang punggung ekonomi di daerah pemilihannya.
“Politik bagi saya bukan soal jabatan, tapi soal seberapa efektif kita bisa mengubah keluhan petani di pelosok Minsel dan Mitra menjadi kebijakan nyata di tingkat provinsi,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam karier Eldo. Dipercaya menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan. Perda ini dipandang sebagai instrumen vital untuk memperdayakan pemuda di 15 kabupaten/kota, memastikan adanya dukungan anggaran dan program nyata dari pemerintah provinsi. Ia membuktikan bahwa anak muda bisa duduk satu meja dengan politisi senior, berdebat secara elegan menggunakan basis data.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II baru-baru ini pada Maret 2026, Eldo melayangkan kritik keras terhadap sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ia menyoroti lambatnya eksekusi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang merupakan hasil serapan aspirasi masyarakat selama masa reses.
“Pokir adalah amanah langsung dari rakyat. Saya tidak ingin aspirasi ini hanya berakhir sebagai tumpukan kertas. Pemerintah harus memastikan program yang sudah diusulkan masuk ke dalam penganggaran APBD dan direalisasikan tepat waktu,” tegasnya.
Dengan basis massa yang solid, terbukti sebagai peraih suara terbanyak mencapai 39.773 suara PDI-P di dapilnya pada Pileg 2024 lalu, langkah politik Eldo Wongkar ke depan dipandang akan semakin strategis dalam menentukan arah kebijakan publik di Sulawesi Utara.
Eldo Wongkar juga diprediksi akan menjadi aktor kunci dalam perpolitikan Sulawesi Utara di masa depan. Banyak pihak menilai bahwa pengalamannya di legislatif saat ini akan menjadi lebih kuat, terampil dan tangkas sebelum ia melangkah ke panggung eksekutif yang lebih tinggi atau memimpin partai di tingkat daerah.
Bagi banyak pengamat, Eldo Wongkar adalah prototipe pemimpin masa depan. Ia cerdas secara akademis, matang secara organisasi, dan memiliki empati sosial yang tinggi. Perjalanannya di DPRD Sulut periode 2024–2029 hanyalah babak pembuka dari buku panjang karier politiknya yang diprediksi akan semakin bersinar menuju Pilkada atau posisi strategis lainnya di masa depan.
Eldo Wongkar, Meniti Estafet Kepemimpinan dari Gedung Cengkeh Menuju Masa Depan Sulut










