SULUT – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulut, Seska Ervina Budiman angkat suara terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang menimbulkan keresahan masyarakat.
Pasalnya, kelangkaan ini terjadi saat bulan Ramadhan dimana kebutuhan masyarakat akan gas sangat meningkat, berbeda dengan hari biasanya. Ia pun menyampaikan keprihatinannya terkait kelangkaan gas tersebut.
“Memang kelangkaan elpiji 3 Kg sudah sangat meresahkan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah para pelaku usaha mikro, rumah tangga, petani serta nelayan,” ujarnya Senin (09/03/2025).
Menurutnya, akibat kelangkaan ini, ada pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga. Kondisi di lapangan, harga sudah mencapai kisaran 50-70 ribu / tabung 3 kg.
“Harga tersebut naik berlipat lipat dari HET yang hanya 18 ribu dari pangkalan ke konsumen,” ungkapnya.
Legislator dapil Bolmongraya ini pun telah mengkonfirmasi ke Biro Perekonomian Provinsi Sulut terkait kelangkaan ini. Informasi diperoleh, untuk tahun 2026 terjadi penurunan kuota LPG 3 Kg dari pemerintah pusat untuk Provinsi Sulut.
“Komisi II bersama Biro Perekonomian juga sudah sempat menyambangi Pertamina Patra Niaga untuk meminta penambahan kuota. Tapi hingga awal tahun 2026 bahkan sampai puasa menuju lebaran penambahan kuota belum terpenuhi,” jelasnya.
Seska meminta kepada
pemerintah daerah se-BolmongRaya agar mensosialisasikan kepada masyarakat terutama yang berpenghasilan menengah ke atas untuk mengalihkan penggunaan LPG 3 Kg ke LPG non subsidi.
“Solusi terbaik saya, masyarakat menengah ke atas gunakan LPG non subsidi sehingga pendistribusian elpiji subsidi bisa tepat sasaran,” pungkas politisi yang sangat merakyat ini. (*)
Gas LPJ 3 Kg Langka, Ketua Fraksi NasDem Seska Budiman Sampaikan Hal Ini











