Example floating
Example floating
Example 468x60
ADVETORIALPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Komisi IV DPRD Sulut Apresiasi Kinerja Dispora dan Dinas Kebudayaan, Ingatkan Pembinaan Atlet Jangan Instan dan Hanya Hadir Saat Juara

×

Komisi IV DPRD Sulut Apresiasi Kinerja Dispora dan Dinas Kebudayaan, Ingatkan Pembinaan Atlet Jangan Instan dan Hanya Hadir Saat Juara

Sebarkan artikel ini

SULUT – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dua mitra kerja strategis eksekutif, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV DPRD Sulut pada Selasa (27/10/2026) ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian.

Rapat koordinasi dan evaluasi ini sengaja digelar guna memantau sejauh mana penyerapan anggaran, realisasi program kerja tahun berjalan, sekaligus memetakan proyeksi strategis menyambut pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang. Kedua instansi dinilai memiliki peran krusial dalam membangun kualitas sumber daya manusia, karakter kepemudaan, serta pelestarian identitas daerah di Bumi Nyiur Melambai.

Apresiasi Capaian Nyata dan Kepemimpinan Progresif

Dalam sambutan pembukanya, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian kinerja yang mulai ditunjukkan oleh Dispora maupun Dinas Kebudayaan. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan saat ini, kedua dinas tersebut mulai memperlihatkan hasil nyata yang menyentuh masyarakat melalui berbagai program yang dieksekusi di lapangan.

Secara khusus, Cindy menyoroti langkah revitalisasi serta peningkatan aktivitas di museum-museum yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan. Langkah ini dinilai penting agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda mati, melainkan bertransformasi menjadi ruang edukasi publik dan destinasi wisata sejarah yang hidup. Di sisi lain, apresiasi juga diberikan atas deretan prestasi membanggakan yang berhasil diraih oleh para atlet utusan Sulut dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Capaian tersebut perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui program yang terarah serta dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Cindy di hadapan para pejabat eselon yang hadir.

Tidak sampai di situ, politisi senior ini secara terbuka menyampaikan penghargaan khusus kepada Kepala Dispora Sulut, Dr. Drs. Audy Ronald Richard Pangemanan. Cindy memuji pola pikir progresif (progressive mindset) serta cara kerja sistematis yang diterapkan Audy dalam memimpin instansi tersebut, yang dinilai membawa penyegaran dan dinamika positif pada iklim keolahragaan daerah.

membutuhkan fondasi yang kokoh. Hal itu hanya bisa dicapai melalui manajemen latihan yang konsisten, sistem pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini, serta dukungan fasilitas sarana-prasarana olahraga dan alokasi anggaran yang memadai dari pemerintah daerah.

“Jangan sampai Sulut kehilangan atlet potensial hanya karena minimnya kesempatan dan perhatian dari pemerintah. Bukan karena mereka tidak berpotensi atau tidak mampu, tapi mereka tidak diberi kesempatan. Pemerintah harus aktif hadir di situ. Jangan nanti mereka sudah jadi juara baru basisip di situ,” tegas Cindy secara lugas dan retoris.

Istilah basisip yang dalam bahasa lokal merujuk pada tindakan ikut-ikutan mendekat atau mencari panggung saat seseorang telah sukses sengaja dilontarkan Cindy sebagai kritik otentik. Ia memperingatkan agar pemerintah tidak hanya datang memberikan selamat dan berfoto bersama saat atlet sudah membawa pulang medali emas, sementara pada masa-masa sulit perjuangan latihan, kehadiran negara justru minim. Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar program pembinaan atlet muda berbakat wajib dijadikan prioritas utama dan diakomodasi secara layak dalam perencanaan anggaran Dispora ke depan.

Strategi Penganggaran APBD: Wajib Sertakan Data Pendukung yang Detail

Memasuki agenda krusial terkait strategi penyusunan dan pembahasan APBD, Cindy Wurangian memberikan instruksi taktis kepada jajaran Dispora dan Dinas Kebudayaan. Ia meminta kedua dinas untuk segera melakukan pemetaan internal dan menyusun skala prioritas terhadap kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak (urgent). Kebutuhan mendesak ini nantinya akan diperjuangkan secara khusus melalui mekanisme Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut. Namun, Cindy memberikan syarat yang ketat: setiap usulan tambahan anggaran harus disertai dengan data pendukung yang sangat terperinci dan rasional.

“Kalau benar-benar ada yang urgent, kami butuh data pendukung yang detail. Fokus saja satu atau dua yang benar-benar dibutuhkan dengan data pendukungnya untuk kami bawa di Banggar. Kami tidak bisa menjamin, tapi paling tidak kami akan berupaya,” ungkap Cindy menyampaikan komitmen politiknya.

Langkah pengetatan ini dinilai penting agar setiap usulan yang dibawa oleh Komisi IV ke tingkat Banggar memiliki argumentasi serta dasar hukum dan teknis yang kuat. Dengan begitu, proses lobi anggaran dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. RDP ini pada akhirnya menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai ajang evaluasi kinerja triwulan, melainkan sebagai wadah penyelarasan visi strategis antara pihak legislatif dan eksekutif demi kemajuan kepemudaan, olahraga, dan kebudayaan di Sulawesi Utara. (Advetorial)