Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Diduga Pansel ‘Masuk Angin’ dan Jegal Calon, Muswil KAHMI Sulut Tandingan Siap Digelar di Asrama Haji

×

Diduga Pansel ‘Masuk Angin’ dan Jegal Calon, Muswil KAHMI Sulut Tandingan Siap Digelar di Asrama Haji

Sebarkan artikel ini

MANADO – Dinamika menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) kian memanas. Kinerja Panitia Seleksi (Pansel) dalam menyaring bakal calon Presidium KAHMI Sulut periode 2026–2031 menuai protes keras. Akibat dinilai tidak objektif, kelompok yang menolak keputusan Pansel kini siap menggelar Muswil tandingan yang berlokasi di Asrama Haji Tuminting, Manado.

Kericuhan ini bermula dari hasil tahapan wawancara yang dilakukan oleh Pansel. Dari total 17 nama bakal calon Presidium KAHMI Sulut yang mengikuti proses wawancara, Pansel memutuskan hanya meloloskan 15 nama untuk lanjut ke tahapan persidangan Muswil. Dua nama lainnya dinyatakan gugur.

Keputusan memangkas jumlah calon tersebut memicu gelombang kekecewaan dari sejumlah pengurus daerah. Salah satu Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI yang meminta identitasnya dirahasiakan, angkat bicara dan menyayangkan sikap Pansel yang dinilai tebang pilih. menurutnya, Pansel seharusnya bertindak objektif dan meloloskan seluruh bakal calon yang telah mendaftar.

“Semua bakal calon memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seharusnya Pansel meloloskan semua nama dalam proses wawancara ini. Biarkan para utusan MD KAHMI yang memiliki hak suara sah di arena Muswil nanti yang menentukan secara demokratis siapa yang layak dipilih menjadi presidium periode selanjutnya,” ujarnya kepada media ini, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa keputusan Pansel ini bisa menimbulkan persepsi negatif di kalangan kader Hijau Hitam. Muncul kekhawatiran dan spekulasi bahwa ada oknum Pansel yang sengaja menjegal figur tertentu demi kepentingan kelompok atau karena faktor menyukai dan tidak menyukai.

“Jangan sampai kader-kader HMI menilai di antara pansel sengaja tidak meloloskan bakal calon karena faktor selera atau sudah ‘masuk angin’ untuk menjegal bakal calon tertentu agar tidak terpilih nantinya,” tegasnya.

Sebagai bentuk nyata penolakan terhadap hasil keputusan Pansel yang dianggap cacat prosedural tersebut, pihak yang kecewa menyatakan sikap untuk memisahkan diri dan membuat forum sendiri. Mereka memastikan bahwa Muswil KAHMI Sulut versi tandingan akan tetap dilaksanakan di Asrama Haji Tuminting. Forum tandingan ini diklaim sengaja dibentuk demi menjaga marwah demokrasi organisasi dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh alumni yang ingin mengabdi.

“Oleh karena itu, Muswil kali ini kami yang menolak hasil keputusan pansel akan membuat muswil tandingan di Asrama Haji Tuminting. Ini dilakukan untuk membuka ruang selebar-lebarnya kepada semua alumni kader Hijau Hitam yang mau berkontribusi memajukan KAHMI Sulut dan mencalonkan diri menjadi presidium KAHMI Sulut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pansel maupun Majelis Wilayah KAHMI Sulut belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan ketidakobjektifan serta rencana pelaksanaan Muswil tandingan tersebut. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait yang ingin memberikan Hak Jawab, Hak Koreksi, maupun tanggapan resmi atas pemberitaan ini demi keberimbangan informasi.