Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Matahari Pagi Indonesia Hadir di Sulawesi Utara, Theresia Inggrid Manangka Komitmen Hidupkan Prinsip “Si Tou Timou Tumou Tou” dan Tiga Pilar Aksi Konkret

×

Matahari Pagi Indonesia Hadir di Sulawesi Utara, Theresia Inggrid Manangka Komitmen Hidupkan Prinsip “Si Tou Timou Tumou Tou” dan Tiga Pilar Aksi Konkret

Sebarkan artikel ini

MANADO – Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (PW MPI) Provinsi Sulawesi Utara resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan pada Jumat (30/10/2026) malam. Acara pelantikan yang menjadi tonggak awal pergerakan organisasi ini dipusatkan di Courtyard by Marriott Manado.

Dalam pelantikan tersebut, Theresia Inggrid Manangka resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PW MPI Sulawesi Utara. Ia akan memimpin nakhoda organisasi didampingi oleh Bambang Hermawan sebagai Sekretaris Umum dan Muliadi Paputungan sebagai Bendahara Umum. Kombinasi kepengurusan ini diharapkan mampu membawa energi positif dan menggerakkan roda organisasi hingga ke pelosok daerah di Bumi Nyiur Melambai.

Mengingat pentingnya pelantikan ini, jajaran Pengurus Besar (PB) Matahari Pagi Indonesia turun langsung ke Manado. Hadir di antaranya Ketua Umum PB MPI, Dr. H. Sutia Budi, Sekretaris Jenderal Rachmat Tri Fahmi, dan Bendahara Umum PB, Andhika Pratama, bersama pengurus pusat lainnya.

Turut hadir memberikan orasi kebangsaan, Ketua Majelis Pertimbangan Matahari Pagi Indonesia, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih. Kehadiran para tokoh nasional ini memberikan legitimasi kuat sekaligus suntikan motivasi bagi kepengurusan yang baru dilantik.

Panggilan Moral dan Filosofi Sinar Matahari

Dalam sambutan perdananya yang penuh emosional dan penekanan, Ketua PW MPI Sulut, Theresia Inggrid Manangka, menegaskan bahwa ormas yang dipimpinnya tidak dibentuk hanya untuk sekadar gagah-gagahan atau menambah panjang daftar nama organisasi kemasyarakatan yang sudah ada.

“Matahari Pagi Indonesia hadir di Sulawesi Utara bukan untuk menambah deretan nama organisasi masyarakat. Kehadiran kita di sini adalah sebuah panggilan kerja nyata, sebuah tanggung jawab moral untuk membuktikan bahwa kita ada dan berdampak langsung bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Theresia dengan nada optimistis.

Theresia memaparkan secara mendalam landasan filosofis di balik nama “Matahari Pagi”. Menurutnya, matahari pagi mengajarkan karakter ideal yang harus dimiliki oleh setiap kader MPI.

“Kita hadir dengan landasan nilai kesadaran filosofis yang mendalam. Kita belajar dari kualitas sinar matahari pagi. Ia selalu datang tepat waktu. Ia hadir menyinari dunia tanpa pernah ingkar janji, mencerminkan ketegaran, dan senantiasa membawa harapan baru bagi semua orang. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan, a billion steps begin with one step, perjalanan satu miliar langkah selalu berawal dari satu langkah pertama. Dan pelantikan malam ini adalah one step, langkah pertama kita yang dimulai dengan nilai yang bersih dan energi positif,” tuturnya.

Mengintegrasikan Gerakan dengan Filsafat Sam Ratulangi

Lebih lanjut, Theresia menekankan bahwa seluruh program kerja MPI Sulawesi Utara nantinya akan diintegrasikan dengan kearifan lokal setempat, khususnya nilai luhur yang diwariskan oleh pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi.

“Bagi kita di Sulawesi Utara, Matahari Pagi telah menemukan rumahnya yang paling jujur. Di tanah ini, kita hidup berdampingan dengan prinsip luhur Si Tou Timou Tumou Tou, manusia baru dapat dikatakan sebagai manusia jika ia mampu memanusiakan dan menghidupkan orang lain. Semangat kemanusiaan inilah yang menyatu erat dengan nafas Matahari Pagi Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial,” jelasnya panjang lebar.

Untuk mengimplementasikan semangat tersebut, PW MPI Sulut telah merumuskan strategi gerakan yang bertumpu pada tiga pilar utama untuk menjawab tantangan dinamika sosial, ekonomi, serta derasnya arus transformasi digital saat ini:
1. Bidang Sosial: MPI berkomitmen menghadirkan kepedulian yang nyata di tengah masyarakat, khususnya mendampingi warga yang termarginalkan dan memberikan advokasi agar tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan atau berjalan sendirian.

2. Bidang Pendidikan: MPI akan bergerak aktif memastikan anak-anak muda, mulai dari pelosok desa terpencil hingga ke pesisir pulau terluar di Sulawesi Utara, mendapatkan akses wawasan, edukasi, dan literasi yang mumpuni agar siap menyambut persaingan masa depan.

3. Bidang Pemberdayaan: Menciptakan ruang-ruang ekonomi kreatif dan pelatihan konkret, sehingga masyarakat tidak hanya disuguhi janji-janji manis, melainkan kepastian aksi nyata yang dapat mendongkrak kesejahteraan.

Komitmen Tegas Anti-Korupsi Sejalan Visi Presiden Prabowo

Sementara itu, Ketua Umum PB MPI, Dr. H. Sutia Budi, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi atas semangat yang ditunjukkan oleh pengurus wilayah Sulawesi Utara. Ia mengingatkan agar momentum pelantikan ini dijadikan jalan untuk mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara yang hebat dalam tindakan sehari-hari.

Dr. Sutia Budi juga menitipkan pesan moral yang sangat kuat terkait integritas organisasi, dengan mengutip arahan tegas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Indonesia ke depan membutuhkan orang-orang yang berdedikasi, membutuhkan manusia-manusia yang kukuh, manusia yang hebat, dan yang paling penting adalah manusia yang anti terhadap korupsi. Karena jika Indonesia ingin maju, salah satu kunci utamanya sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam setiap pidatona adalah: jauhi yang namanya korupsi! Kita harus bebas dari korupsi,” tegas Dr. Sutia Budi yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Ia kemudian memberikan contoh nyata dari sosok pendiri Matahari Pagi Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, rekam jejak Dahnil sejak masa mudanya sebagai aktivis anti-korupsi hingga kini dipercaya masuk ke dalam jajaran pemerintahan sebagai Wakil Menteri, harus menjadi teladan bagi seluruh kader di daerah agar bertindak jujur dan tidak menutup mata terhadap penyelewengan.

Program Inklusif: Bersih-Bersih Rumah Ibadah Semua Agama

Sebagai langkah taktis pasca-pelantikan, Dr. Sutia Budi meminta pengurus di bawah komando Theresia Inggrid Manangka untuk segera merapatkan barisan, bersinergi dengan jajaran pemerintah provinsi, kementerian terkait, serta pemerintah kabupaten/kota di seluruh Sulawesi Utara. Ia menekankan agar program kerja yang dicanangkan langsung menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar.

“Kita memiliki program unggulan nasional yang sangat inklusif, salah satunya adalah Program Bersih-Bersih Rumah Ibadah. Ini tidak memandang satu golongan saja. Baik masjid, gereja, pura, klenteng, maupun wihara yang ada di wilayah masing-masing, kader MPI harus turun tangan membersihkannya secara gotong royong. Ini adalah wujud nyata dari toleransi dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain itu, pusat juga mendorong pelaksanaan Akademi Pemikiran Bapak Bangsa di daerah sebagai sarana kaderisasi ideologis. Pengurus Wilayah Sulawesi Utara juga diberikan keleluasaan penuh untuk melahirkan kreativitas dan inovasi program lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat demi bersama-sama membangun Indonesia dari daerah.

Acara pelantikan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pengurus pusat, pengurus wilayah yang baru dilantik, serta para tamu undangan, menandai dimulainya babak baru kiprah Matahari Pagi Indonesia di bumi Sulawesi Utara.