Makassar, detiKawanua.com – Pemerintah Kota Makassar bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membahas langkah percepatan normalisasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang berlangsung dalam dua hari terakhir. Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jumat (11/9), dan dilanjutkan dengan peninjauan SPBU Ratulangi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, bertemu dengan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar beserta jajaran manajemen. Pertemuan membahas pengaturan pelayanan SPBU, terutama pada jam sibuk, untuk mempercepat penguraian antrean.
Pemkot Makassar mendorong optimalisasi dispenser BBM dan penambahan operator agar kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pengaturan waktu pengisian kendaraan berukuran besar di luar jam sibuk juga menjadi salah satu opsi yang dibahas.
Selain itu, Pemkot Makassar mendorong pengelompokan SPBU yang melayani kendaraan besar agar antreannya tidak bercampur dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, penanganan antrean memerlukan pengaturan bersama di lapangan.
“Kami meminta seluruh fasilitas SPBU dioptimalkan, termasuk dispenser BBM dan operator. Kendaraan besar juga perlu diarahkan ke SPBU tertentu dan diatur waktunya agar tidak mengganggu antrean kendaraan lain,” ujar Munafri.
Munafri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pertamina telah memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok BBM dan LPG tersedia dan mencukupi. Saat ini, pelayanan di lapangan terus diatur agar antrean segera terurai,” lanjut Munafri.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan menyesuaikan pelayanan dan distribusi berdasarkan kondisi setiap SPBU. Langkah tersebut mencakup optimalisasi armada, penyesuaian penyaluran, pengaturan antrean, dan penguatan personel.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan, Pertamina akan menindaklanjuti hasil koordinasi dengan memperkuat pelayanan di titik-titik yang membutuhkan perhatian.
“Kami mengoptimalkan pelayanan SPBU dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi lapangan. Pemantauan stok dan antrean juga terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujar Deny.
Pengawasan penyaluran BBM juga diperkuat bersama instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk memastikan pelayanan berjalan tertib serta penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan.
Pertamina mengimbau masyarakat melakukan pengisian sesuai kebutuhan dan tidak membeli secara berlebihan. Laporan terkait kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran penyaluran BBM dan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. **






