SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Henry Walukow, S.E., memberikan ucapan selamat yang penuh harapan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara ke-62 yang jatuh pada tanggal 23 September 2026.
Legislator andalan Partai Demokrat ini menegaskan bahwa momentum pertambahan usia ini harus dijadikan tonggak refleksi yang mendalam bagi pemerintah daerah sekaligus seluruh lapisan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan sebagai representasi masyarakat Minahasa Utara dan Bitung, saya mengucapkan Dirgahayu ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Perjalanan panjang hingga usia lebih dari enam dekade ini adalah bukti ketangguhan masyarakat kita dalam menghadapi berbagai dinamika zaman,” ujar Henry Walukow saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa HUT Provinsi di Kantor DPRD Sulut, Selasa (22/09/2026).
Refleksi Pembangunan dan Pemerataan Kesejahteraan
Sebagai personel yang duduk di Komisi I DPRD Sulut yang membidangi Pemerintahan, Hukum, dan HAM, Henry memberikan catatan strategis mengenai arah pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, capaian pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini patut diapresiasi, namun tantangan terbesar ke depan adalah memastikan efeknya menyentuh masyarakat akar rumput secara adil dan merata.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri dengan angka-angka pertumbuhan di atas kertas. HUT ke-62 ini adalah momentum bagi kita semua pihak eksekutif, legislatif, hingga swasta untuk memperkuat sinergi. Pembangunan infrastruktur yang megah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan penegakan hukum, serta perlindungan hak-hak dasar warga,” tutur legislator yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi warga ini.
Soroti Isu Ketahanan Pangan dan Fasilitas Publik
Di tengah kemeriahan perayaan HUT Provinsi, Henry juga mengingatkan pemerintah provinsi untuk tetap fokus dan responsif terhadap isu-isu krusial yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Salah satu yang ia garis bawahi adalah langkah mitigasi menghadapi ketidakpastian cuaca yang berpotensi memicu krisis air bersih dan penurunan produktivitas sektor pertanian.
Aspirasi warga dari daerah pemilihan (Dapil) Minahasa Utara dan Bitung yang sering ia terima terkait perbaikan akses jalan perkebunan dan fasilitas ekonomi desa juga diharapkan mendapat perhatian lebih di usia provinsi yang baru ini. Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis kerakyatan adalah kunci utama agar Sulawesi Utara bisa mandiri secara pangan dan tahan terhadap guncangan ekonomi global.
“Kita ingin melihat masyarakat di pedesaan, para petani kita, dan nelayan kita merasakan langsung dampak dari kemakmuran provinsi ini. Akses modal, kestabilan harga komoditas, hingga bantuan fasilitas pertanian harus lebih dioptimalkan ke depan,” tambahnya.
Ajakan Merawat Toleransi dan Semangat Gotong Royong
Menutup penyampaiannya, tokoh politik asal Minahasa Utara ini mengajak seluruh elemen bangsa di Sulawesi Utara untuk terus merawat persatuan, toleransi, dan keamanan yang selama ini menjadi identitas dan kebanggaan daerah di tingkat nasional.
“Sulawesi Utara adalah laboratorium toleransi terbaik di Indonesia. Mari kita jaga modal sosial yang berharga ini. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang bulat, mari kita melangkah bersama mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin hebat, maju, berdaya saing global, dan senantiasa diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dirgahayu Sulawesi Utara!” pungkas Henry dengan penuh semangat.









