MANADO – Di ruang rapat Komisi III DPRD Sulawesi Utara yang dingin, suara Ronald Sampel terdengar tenang namun tegas. Bagi politisi Partai Demokrat ini, setiap lembar dokumen anggaran yang ia teliti bukan sekadar angka, melainkan harapan bagi ribuan warga di pelosok Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Sebagai putra daerah yang kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulut, Ronald memahami betul realita hidup di wilayah kepulauan atau Nusa Utara. Baginya, politik bukan hanya soal perebutan kursi, melainkan jembatan untuk memangkas kesenjangan antara pusat kota dan pulau-pulau terdepan.
Dapil Nusa Utara memiliki tantangan geografis yang unik. Akses infrastruktur dan transportasi laut seringkali menjadi kendala utama bagi masyarakat di sana. Ronald, yang duduk di Komisi III bidang pembangunan, menjadikan isu ini sebagai prioritas utamanya.
“Kita tidak bisa bicara kesejahteraan jika konektivitas antar-pulau masih sulit. Pembangunan harus menyentuh hingga ke bibir pantai paling jauh,” ungkapnya saat diskusi santai diruangan kerjanya.
Perjalanan karier Ronald bukannya tanpa badai. Menjelang akhir 2024, namanya sempat diterpa isu dinamika internal partai dan wacana Pergantian Antar Waktu (PAW). Namun, ketenangan dan loyalitasnya justru membawanya ke posisi yang lebih strategis. Pada pertengahan 2025, ia resmi dikukuhkan memimpin Fraksi Demokrat, sebuah bukti kepercayaan besar dari partai berlogo bintang mercy tersebut.
Rekan-rekan sejawatnya mengenal Ronald sebagai sosok yang tak banyak bicara namun bekerja dengan presisi. Ia lebih sering terlihat turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan nelayan atau memantau proyek jalan di pelosok kepulauan, daripada sekadar beradu argumen di podium.
Di pundak Ronald Sampel, kini tersangkut tanggung jawab besar untuk mengawal arah kebijakan fraksinya. Dengan masa jabatan yang terus berjalan, fokusnya tetap konsisten: memastikan suara masyarakat perbatasan terdengar nyaring di gedung cengkih (DPRD Sulut).
Bagi warga Nusa Utara, Ronald adalah salah satu jangkar mereka di Manado. Seorang politisi yang tidak lupa pada asinnya air laut tempat ia berasal, dan terus berjuang agar cahaya pembangunan tidak hanya terang di daratan, tapi juga menyentuh setiap sudut pulau di utara Sulawesi.
Dulu Nyaris Terhempas, Kini Jadi Kompas: Kisah Tangguh Legislator Nusa Utara Ronald Sampel










