SULUT– Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas polemik kerusakan jalan nasional di Kelurahan Pinasungkulan, Kota Bitung, Senin (27/4/2026).
Rapat ini merupakan tindak lanjut atas keluhan warga terkait kondisi jalan di wilayah lingkar tambang yang rusak parah.
Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi III Berty Kapojos ini menghadirkan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut dan manajemen PT Meares Soputan Mining (MSM). Hadir pula anggota komisi lainnya seperti Nick Lomban, Royke Anter, Amir Liputo, dan sejumlah anggota lainnya.
Dalam rapat tersebut, tokoh masyarakat Minahasa Utara, Richard Tatuil, menyampaikan bahwa kerusakan jalan yang berlangsung lama telah melumpuhkan ekonomi warga.
“Ini sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan angkutan produksi, bahkan sudah mengancam jiwa pengguna jalan,” tegas Tatuil.
Menanggapi hal tersebut, Deputy Manager External Relations PT MSM, Herry Sinyo Rumondor, mengklaim pihaknya telah membangun jalan alternatif sebagai solusi penurunan level kerusakan jalan nasional dengan pengawasan teknis BPJN. Namun, ia mengakui adanya kendala berupa penolakan dari warga untuk menggunakan jalur tersebut.
Sebagai langkah konkret, Komisi III DPRD Sulut melalui anggota komisi Amir Liputo menegaskan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Kami harus berdiri di tengah-tengah. Kami akan turun ke lokasi untuk meninjau langsung keluhan warga dan mengecek kebenaran pernyataan BPJN serta PT MSM. Hasilnya akan menjadi rekomendasi langkah lanjut yang harus diambil,” pungkas Liputo.
DPRD Sulut Turun Tangan, Konflik Akses Jalan Warga Lingkar Tambang PT MSM di Pinasungkulan Menuju Peninjauan Lapangan







