Rudis SD Inpres Malisade Tak Layak Dihuni, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan Sangihe

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Harapan besar dari para pendidik (Guru) agar layak dapat menempati rumah dinas. Tapi sayang, masih jauh dari layak. Salah satunya Rumah Dinas (Rudis) SD Inpres Malisade yang tak dipedulikan dan jauh dari bayangan untuk diperbaiki kembali.

“Saya mau jelaskan agar hal ini tidak tumpang tindi inikan sarana prasarana yang dilihat disini adalah jumlah ruangan kelas dan rumah dinas ada berapa, kemudian kerusakan dikategorikan tiga. Rusak ringan, rusak sedang, rusak berat ini langsung di online dari pihak sekolah ke pusat untuk itu kepala sekolah dan operator harus duduk bersama berembuk apa yang akan kita usulkan kedepan jagan fokus di sertifikasi kemudian yang lain disepelekan,” kata Djoli Mandak Kadis Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (15/11/21).

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, dari kategori yang ada maka dibuatlah provosal ke kantor dinas kemudian dari dinas akan ajukan kepusat, dari pusat akan di Verifikasi kembali mana yang layak menerima anggaran perbaikan rumah dinas, melalui DAK Aparmasi bukan dari APBD.

“Kenapa banyak rumah dinas SD belum tersentuh dalam perbaikan, karena bisa saja belum dicantum dalam data dapodik, maka tidak ada data lengkap dipusat ini yang menjadi kendala dan siapa yang lalai dalam hal ini apakah dinas pendidikan atau kepala sekolahnya,” ujarnya Mandak.

“Sudah berulang kali saya selaku kepala dinas mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar lebih memperhatikan data dapodik, apapun yang diusulkan harus dicantumkan agar terbaca dipusat dengan catatan data yang benar – benar ril, secara otomatis maka akan masuk dalam Denominasi Sekolah, diKabupaten kepulauan Sangihe ada begitu banyak yang mengusulkan hal yang sama, baik itu perbaikan ruangan, penambahan ruang kelas, perbaikan rumah dinas tapi tidak ada yang terbaca dalam data dapodik di pusat karena tidak dicantumkan. Jadi disini menjadi corong utama untuk pengembangan sekolah adalah kepala sekolah, dinas kabupaten akan terus memonitoring kegiatan disekolah,” kuncinya. (Js)

Pos terkait