Viral Perlakuan Bejat Guru SMA di Motoling, Ini kata Ketua GSKI Minsel

  • Whatsapp

MINSEL, detiKawanua.com – Melihat foto viral Pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan seorang Guru sebagai Tenaga Pendidik kepada Seorang Siswi disalah satu Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Motoling dikecam Gerakan Siswa Kristen Indonesia ( GSKI ) Minsel. Selasa (12/10/2021)

Menurut Ketua GSKI Minsel Henly Barten Tuela ST, hal ini sangat memukul dunia pendidikan yang notabenenya Guru Mengajar tentang Aklak dan Martabat generasi Muda Indonesia agar memiliki masa depan yang cerah.

Bacaan Lainnya

“Tentu kami sangat mengecam keras masalah pelecehan yang terjadi kepada siswi yang dilakukan oleh oknum guru di SMA Motoling. Hal ini merupakan pukulan telak dunia pendidikan di Minsel. Dinas pendidikan jangan lemah dan harus bertindak tegas dengan menghukum yang bersangkutan dengan pemecatan sebagai ASN dan jangan tunggu proses hukum,” Imbuh Tuela.

Menurut Barten sapaan salah satu Staf Khusus di Minsel ini , Diduga oknum guru tersebut bukan melakukan pelecehan kepada 1 siswi saja tapi juga lebih dari 1 siswi d sekolah tersebut.

“Kami juga menghimbau kepada orang tua dan siswa agar jangan menyelesaikan masalah tersebut dengan hanya permintaan maaf dari oknum guru tapi harus melaporkan kepada pihak yang berwajib karena Sanksi bagi pelaku kejahatan seksual pelaku pencabulan terhadap anak dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 82 ayat (1) junto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah),” Jelas Henly.

Sembari berharap Orang tua dan siswi jangan takut untuk melapor ke pihak yang berwajib karena GSKI Minsel siap melakukan pendampingan.

Adapun dari informasi yang diterima media ini ,Hari ini juga Selasa 12 Oktober 2021 , Kepala Cabang Dinas SMA/SMK Minsel/Mitra, Drs. Max Lengkong MPd akan memanggil yang bersangkutan untuk di BAP sekaligus dengan Korban
(Vandytrisno /hbt )

Pos terkait