Rimba Lamet Mitra Catat Sejarah, Malam Tadi Wagub Kandouw Buka Konferda Ke-2 PA GMNI Sulut

  • Whatsapp

(foto:Ist)

Mitra, detikawanua.comKonfrensi Daerah (Konferda) ke-2 Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Utara 2021 yang dilaksanakan di Rimba Lamet, Ratahan kabupetan Minahasa Tenggara (Mitra) pada Jumat (23/04/2021) malam tadi, dibuka langsung Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan pemerintah mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Wagub menekankan dan berharap agar PA hingga para kader GMNI harus sama semua semangat jangan sampai kendor, jangan berpuas hati dengan posisi yang ada, dikarenakan ada output dan outcome.

“Kita harus pahami ‘startup’, bagaimana mencari jalan, berusaha dan terus berupaya, itu yang namanya GMNI. Hal lainnya GMNI melawan ektsra orginary crime yakni melawan narkoba serta sama-sama melawan korupsi,” terang Kandouw.

“Saya setuju dengan perkataan memikirkan arti kemiskinan, kalau tidak kita akan tertinggal. Sudah waktunya sekarang ini mampu bersaing dalam membangun daerah, dan membangun sendi-sendi kehidupan dan bangun batu bata peradaban,” tutup Wagub yang juga merupakan merupakan anggota dewan kehormatan PA GMNI Sulut.

Sementara itu dalam sambutan, Ketua PA GMNI DPD Sulut, James Sumendap (JS), menerangkan soal komunikasi yang menurutnya hal itu penting guna mewujudkan segala cita-cita kelembagaan yang terbukti hingga sekarang dapat ‘menguasai’ semua lembaga-lembaga non pemerintah.

“Gerakan GMNI bukan kelompok-kelompok keagamaan namun merupakan hingga sampai saat ini merupakan kelompok perjuangan dalam mewujudkan cita-cita nasionalis. Saya mengambil istilah, harus menyebar, menyusup (masuk) dan merebut. Karena di era global kita kader-kader harus berjuang terutama dalam mempertahankan NKRI melalui pengawalan kader ditingkat universitas,” ungkap Sumendap yang juga merupakan Bupati Mitra.

Dirinya pun dengan penuh semangat mengungkapkan jikalau memang saat ini (konferda) ingin mencari kader yang lebih terbaik, dirinya (Sumendap) pun siap mengundur hanya demi perjuangan gerakan dari GMNI.

“Komitmen perjuangan kita, dalam mengawal para kader segala aspek. GMNI tidak berafiliasi dengan PDIP namun paham Marhaenisme ini sudah dijalankan PDIP melalui anggaran dasar rumah tangga yang kesemuanya dari Soekarno. Saya ucapkan terima kasih hingga saat ini, karena selanjutnya kita harus terus mengawal perjuangan gerakan ini kedepan,” ujar Sumendap yang menambahkan bahwa saat ini, Rimba Lamet Mencatat Sejarah, Bahwa Kita Pernah melaksanakan konfrensi ini, dari tidak ada apa-apa namun bisa merubah apa adanya

Hadir dalam pembukaan Konferda ke-2 jajaran Forkopimda Mitra, beserta peserta konferda dari 15 Kabupaten Kota di Sulut.

(Mild70)

Pos terkait