Pangandaheng : THR Wajib Dibayarkan Sesuai 6 Point Penting

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Daerah Sangihe Dokta Pangandaheng meminta kepatuhan pengusaha yang memperkerjakan tenaga kerja/buruh terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Hal ini diungkapkan Pangandaheng menyikapi pelaksanaan hari raya keagamaan Idul Fitri 1442 H.

Menurut Pangandaheng bahwa pemberian THR ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementrian Tenaga Kerja Nomor M/6/HK.04/IV/2021  tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Pangandaheng.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Pangandaheng menyebutkan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Dan setidaknya ada enam point penting mekanisme pembayaran THR bagi pekerja/buruh dan diberikan paling lama 7 hari sebelum hari raya”, imbuh Pangandaheng sambil merunut 6 point tersebut masing-masing; Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. ;Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

Adapun bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.; Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. (Js)

Pos terkait