Pjs Bupati Clay Lebih Kaget Soal Masalah Di Pemkab Minut Mulai THL, TKD Hingga SilTap

  • Whatsapp

(foto:ist)

Minut, detiKawanua.com – Sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) Pemkab Minahasa Utara (Minut) diinformasikan telah dirumahkan. Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) yang saat ini masih menjalani cuti, pun merasa kaget atas nasib para THL.

Bacaan Lainnya

Namun rasa kaget VAP justru mengundang seribu tanya Pjs Bupati Clay June Dondokambey SSTP MAP.

“Saya justru lebih kaget lagi,” tandas Pjs Bupati Clay, Senin (30/11/2020).

Pjs Bupati Clay pun merunut histori sejak dia dipercaya Mendagri memimpin roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara.

“Ketika awal bertugas di akhir bulan September, kami langsung diperhadapkan dengan tahapan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020. Nah, Kagetnya saya di saat banyak ASN ‘Curhat’ bahwa TKD bulan Agustus belum terbayar, belum lagi Penghasilan Tetap (SilTap) Aparat / Perangkat Desa sudah 2 (dua) bulan belum juga terbayar, apalagi nasib para Tenaga Harian Lepas (THL) yang ternyata anggaran honorariumnya tertata variatif di masing – masing Perangkat Daerah; ada yang tertata untuk 5 (lima) bulan, ada yang untuk 7 (tujuh) bulan dan ada yang untuk 10 (bulan),” beber Pjs Bupati Clay.

Ketika ditanyakan alasannya kenapa persoalan demi persoalan di atas bisa terjadi? kata Pjs Bupati Clay, semua jawaban langsung mengarah pada Realokasi / Refocusing untuk Anggaran sehingga terjadi Missed Management Pengelolaan Kas Daerah.

Ditambahkan, untuk alokasi dana Covid sendiri, saat ini masih dalam tahapan audit oleh Tim BPK RI, sementara untuk pengelolaan Kas Daerah saat ini dalam tahapan Pemeriksaan Dalam Tujuan Tertentu (PDTT) oleh Tim Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara.

“Tahapan pembahasan APBD Perubahan T. A. 2020, dijadikan momentum oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menata kembali ploting anggaran secara proporsional agar ASN, THL dan Perangkat Desa masih dapat merasakan dan mendapatkan ‘penghargaan’ atas kerja keras dan pengabdian mereka yang tetap bekerja dengan semangat, walau di tengah masa pendemik Covid-19. Tanpa mengabaikan anggaran untuk program dan kegiatan pokok lainnya di masing – masing perangkat daerah,” terangnya.

Setelah mendapatkan persetujuan bersama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Utara dan dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya APBD Perubahan T. A. 2020 bisa running dan merealisasikan sebagian ‘kesejahteraan aparatur’ yang dinanti – nantikan.

“Jadi kalau ada yang kaget, saya sudah kaget duluan, tapi langsung action tidak berhenti sekedar prihatin,” ujar Pjs Bupati Clay tersenyum.

Sejumlah ASN saat dikonfirmasi, justru bersyukur karena TKD mereka bisa terbayar sampai 10 bulan. Begitu juga dengan para THL, yang semula tertata variatif 5, 7, dan 9 bulan, akhirnya bisa dibayarkan untuk 10 bulan.

“Karena tadinya di bulan September kami sudah pesimis TKD akan dibayarkan; karena dengar – dengar anggaran TKD sudah dialokasikan untuk dana Covid-19,” kata Jhon.

“TKD bulan Agustus saja terbayar nanti pada bulan Oktober; itu pun setelah PJS Bupati masuk bertugas dan memerintahkan untuk dibayarkan,” tandas Maikel.

Dengan begitu, kehadiran Pjs Bupati Clay di Kabupaten Minahasa Utara, justru jadi solusi praktis dari sejumlah permasalahan yang melilit para ASN dan THL di sana.

(*/mild70)

Pos terkait