Serap Aspirasi Masyarakat, Jabir : Reses Tak Ada Kaitan Politik

  • Whatsapp

Boltim, detiKawanua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Wakil Ketua DPRD Boltim, Muhammad Jabir melakukan reses masa persidangan ketiga tahun 2020 daerah pemilihan 1 tepat di kecamatan Tutuyan desa Tombolikat Selatan (Tomsel). Reses tersebut dihadiri warga masyarakat dan sejumlah kepala SKPD dan Sekretaris Dinas terkait usulan-usulan warga pada Kamis (19/20).

Dalam sambutannya mengawali reses, Jabir mengatakan bahwa, reses tidak ada hubungannya dengan pilkada atau momen politik. ini adalah media komunikasi kita, bagi warga menyalurkan aspirasi. Dan kita selaku anggota DPRD menghimpun dan menyerap apa yang menjadi kebutuhan serta kepentingan masyarakat secara menyeluruh utamanya di Daerah pemilihan (Dapil) 1 ini.

Bacaan Lainnya

“Saya memilih desa Tomsel ini, karena saya bangga sebagai anggota DPRD dari sini. Soal kehadiran sejumlah kepala desa (Sangadi-red) yang terinformasi bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai reses, Saya cek eluruh kepala desa tidak ada yang tau bahwa ada reses malam ini digelar. Seharusnya ada komunikasi antara Camat dan Sangadi karena kami pihak DPRD sudah menyurat dalam bentuk pemberitahuan. Prosedurnya memang harus menyurat kepada Pemkab melalui TUP diteruskan sampai ke desa. Dan itu sudah dilakukan. Jangan ada yang beropini bahwa reses ini adalah kampanye. Sekali lagi saya katakan, tidak ada kaitannya dengan politik. Juga seharusnya juga ada kepala SKPD yang lain terkait dengan keluhan masyarakat disini. Yang ada hanya Sekretaris Dinas Pertanian dan Sekteris PUPR, Camat Tutuyan, Sangadi desa Tombolikat Induk serta Tombolikat Selatan,” tandas Jabir.

Kepala wilayah kecamatan (Camat) Tutuyan, Kally Mokodompit juga menuturkan, agenda reses oleh DPRD ini, yakni menerima dan menindaklanjuti usulan oleh warga masyarakat terkait dengan kebutuhan yang dinilai prioritas diantaranya, jalan perkebunan yang sebelumnya sudah pernah dikerjakan namun saat ini sudah rusak dan perlu ditingkatkan lagi. Ada pembukaan akses jalan tani perkebunan, juga usulan soal pembuatan tanggul air.

Senada dikatakan, Sangadi Tombolikat Induk, Muhammad Nur Alheid untuk lebih ditingkatkan fasilitas pertanian dan kwalitas penyuluh.

“Agar lebih memudahkan tranfortasi pertanian harus ada peningkatan jalan. Sebab, ini menjadi bagian kendala oleh petani,” jelas Nur.

Sangadi desa Tomsel, Julkifli Mokodmpit juga mengusulkan, guna peningkatan jalan desa Tomsel perlu ditingkatkan, serta jalan perkebunan.

Salah-satu warga juga mengatakan, juga menjadi catatan jika pemerintah daerah melalui instansi terkait memberi bantuan kepada masyarakat, harus dalam peruntukan atau tepat sasaran. Supaya akan bermanfaat dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Misalnya, ada bantuan bibit dari pertanian, juga dari perikanan dan kelautan harus tepat serta dievaluasi setelahnya. Agar diketahui sejauhmana perkembangan peningkatan ekonomi masyarakat setelah diberikan bantuan,” ujar warga.

Menaggapi sejumlah usulan tersebut, Jabir menuturkan, terkait soal perkebunan, pertanian, perikanan baik jalan dan bantuan bibit kita akan serap semua. Namun, ada skala prioritas yang meluas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Senada dikatakan Sekretaris PUPR Boltim, Yanto Modeong, bahwa semua usulan akan dibawa dan dikaji secara teknis. Untuk kegiatan tahun depan, sudah ada pagu anggarannya.

“Jadi, untuk kegiatan fisik, disamping dikaji kita lakukan survey sesuai kebutuhan dan anggaran. Nah, jlan perkebunan memang sudah jadi prioritas, sesuai asas manfaat dan fungsi peningkatan ekonomi masyarakat. Dan untuk jalan Tomsel, jika tak ada aral melintang kita lakukan tahun depan,” beber Yanto.

Dari sisi kebutuhan, kata Sekretaris Dispertanak Boltim, memang terbatas untuk bibit benih jagung. Namun begitu, kami lihat di APBDP ini ada bantuan pupuk kepada sejumlah kelompok tan.

“Terdapat juga, bibit cabe dan bawang merah. Kemungkinan pekan depan akan disalur “Sebenarnya, juga mengenai peningkatan bagaimana kelompok tani mengolah bantuan diberikan pemerintah harus melakukan pemupukan terhadap tanaman. Untuk penyuluh tahun depan kita tngkatkan. Semua usulan menyangkut pertanian kita terima yang nantinya akan dikaji sesuai peruntukan serta anggaran,” Jelas Sekretarus Dispertanak.

(Fidh)

Pos terkait