Haru dan Air Mata Hiasi Terpilihnya dr Devi di Mubes INNS ke-7 Yang Sempat Menolak

  • Whatsapp

(foto:ist)

Sulut, detiKawanua.com -Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Nyong Noni Sulut (INNS) ke-VII (7) yang di gelar di Kantor Dinas Pariwisata Daerah Sulut pada Jumat (18/09/2020) sore tadi, berjalan secara profesional sesuai dengan AD-ART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga) itu pun mempercayakan dr Kartika Devi Kandouw Tanos sebagai Ketua Umum INNS periode 2020-2023.

Bacaan Lainnya

Terpilihnya dr Devi yang bisa terbilang secara aklamasi itu pun dihiasi dengan suasana haru dan air mata yang dikarenakan dr Devi sempat secara halus ingin mengalihkan jabatan Ketua Umum INNS itu kepada salah satu anggota yakni, dr Lidya Tulus.

Sebagaimana dalam sambutan dr Devi dengan keadaan haru dan sempat meneteskan air mata dengan suara agak serak pun menuturkan alasannya secara profesional bahwa masih banyak yang layak dibanding dirinya (dr Devi) namun akan tetap membantu jalannya organisasi tersebut.

“Sebelumnya saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan para senior-senior juga teman-teman kepada saya untuk memimpin organisasi yang sangat saya banggakan ini. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat atas semua ini, dengan keinginan menginginkan organisasi ini lebih maju, tidak dipandang sebelah mata, membuat ‘terbang tinggi’, walaupun saya tak ditonggak pimpinan, saya tetap support penuh organisasi INNS ini. Oleh karenanya bagi kepemimpinan yang baru ini, saya berikan suara saya kepada ibu dr Lidya Tulus,” ungkap dr Devi dengan nada suara rendah sambil mengusap air mata dengan sehelai tisu.

Di sisi lain istri dari Wakil Gubernur Steven Kandouw itu juga sangat merasa bangga bisa menjadi bagian keluarga dari organisasi INNS itu, dan diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk terus membantu organisasi yang merupakan bagian dari profesinya dulu sebagai Noni Sulut tahun 1994.

“Saya akan tetap ada dibelakang dan mensupport organisasi ini karena saya ingin organisais ini jangan sampai hanya dipandang sebelah mata dari luar. 3 tahun lalu sempat ditawarkan menjadi ketua INNS, pada saat itu bukan tidak mau tapi saya rasa belum punya waktu lebih, namun saya berjanji semua tau saya mensuport tetap dibelakang organisasi ini,” tandas dr Devi yang juga kini menjabat ketua di berbagai lembaga seperti, Ketua Yayasan Jantung Indonesia, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Sulut serta sebagai Wakil Ketua TP PKK Sulut.

Namun, dengan tekad bulat organisasi para anggota pengurus yang hadir saat itu akhirnya ‘memaksakan’ dr Devi harus mengiyakan mengemban tugas amanah sebagai Ketua Umum INNS periode 2020-2003, seperti yang disampaikan Kadis Pariwisata Daerah Sulut, Henry Katjily bahwa putusan Mubes menginginkan besar untuk dr Devi menjadi ketua umum INNS.

“Terharu, saya beserta para forum kenapa ingin harus dr Devi, yang utamanya sosok dr Devi merupakan sosok pekerja tanpa pamrih dan memang layak memimpin keberlangsungan organisasi ini,” ungkap Henry yang langsung diaminkan semua peserta Mubes yang hadir saat itu.

(mild70)

Pos terkait