Realisasi Bansos Covid Tahap Dua di Minahasa Belum Jelas

  • Whatsapp

Bansos.

Minahasa, detiKawanua.com – Bantuan Sosial (Bansos) tahap pertama Kabupaten Minahasa Sudah tersalur, sementara untuk bansos penyaluran tahap dua masih dilematis. Pemkab masih sementara melakukan pendataan kembali data jumlah penerima yang harus menerima bantuan berupa sembako bagi warga terdampak Covid-19.

Bacaan Lainnya

Asisten satu bidang pemerintahan dan kesra Setdakab Minahasa Deni Mangala mengungkapkan, untuk realisasi bansos tahap dua pasti akan disalurkan dikarenakan data penerima kemungkinan akan dikurangi.

“Jadi yang sudah menerima bantuan berupa BLT, BST, PKH, dan BPNT sudah tidak akan menerima bansos ini,” ujar Mangala via telpon, Minggu (12/07).

Menurutnya, semua penerima bantuan diatas tidak mungkin menerima dan akan mendata kembali masyarakat yang memang belum tercover bantuan sama sekali.

“Sejak awal sesuai mekanismenya, baik pegawai, THL, TNI/Polri tidak tercover, nantinya juga seperti itu, namun berbeda dari sebelumnya penerima bansos tahap dua akan dikurangi jumlah penerima BLT,BST,PKH dan BPNT, yang pasti secepatnya akan disalur,” tandas mangalah.

Terpisah kepala dinas Sosial Kabupaten Minahasa Jhon Kapoh menambahkan, tahap dua bansos pasti akan disalurkan dan tinggal menunggu petunjuk dari atasan.

“Pasti mo salur, kurang mo tunggu waktu yang pas dan petunjuk dari atas,” pungkas Kapoh.

Diketahui pada tahap pertama penyaluran bansos di Kabupaten Minahasa sesuai data bisa memenuhi kuota sebanyak 20.834 kepala keluarga di 270 desa dan kelurahan yang ada, sementara di Minahasa ada sekira yang termasuk kategori keluarga tidak mampu sesuai Basis Data Terpadu (BDT) ada sekira 37.000 kepala keluarga dari 142.000 kepala keluarga, diikuti penyaluran tahap satu tambahan dengan jumlah 7 kepala keluarga per Desa/kelurahan berupa penerim disabilitas yang oleh setiap keluarga memperoleh 5 kg beras, telur 1 baki, mie instan 20 bungkus, minyak goreng 1 liter dan Vitamin, namun stok telur hanya mampu tersedia sebanyak kurang lebih 5000 baki, sementara dibutuhkan 20.834 baki. Demikian juga vitamin stok di pasaran sangat kurang, sehinggah banyak desa yang paket bantuannya khususnya telur dan vitamin belum terpenuhi. (Baim)

Pos terkait