Bagi Warga Terdampak Covid19, 516 Paket Bansos dan 625 Bapok Pasar Murah Pemprov Sulut Bersama Wagub dan Istri

  • Whatsapp

Minahasa, detiKawanua.comSebanyak 625 paket bahan pokok (Bapok) yang dijual di pasar murah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) serta 516 paket bapok yang disalurkan bagi masyarakat Kabupaten Minahasa tepatnya di Desa Tandengan pada Jumat (03/07/2020), dimana kesemua kegiatan itu dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw beserta istri Kartika Devi Tanos, yang juga sebagai Wakil Ketua TP PKK Sulut.

Adapun 516 paket bantuan tersebut terbagi atas 341 paket sembako untuk seluruh Gereja di Tandengan, sedangkan bantuan untuk Indusri Kecil Menengah (IKM) di Minahasa sebanyak 175 paket dari Disperindag Sulut.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw meminta seluruh warga Minahasa tetap waspada karena tingkat penyebaran dan pertambahan kasus Covid-19 yang dianggap masih tinggi meskipun mulai menurun dibandingkan dengan beberapa waktu lalu.

Lanjut Kandouw, Pemprov Sulut selalu mengikuti perkembangan dan kebijakan pemerintah pusat dalam penanganan pandemi Covid-19 termasuk mengatur aktivitas masyarakat di fase new normal berdasarkan Keputusan Presiden No 11 tahun 2020.

“Untuk mengantisipasi itu Pak Gubernur mengeluarkan Pergub Nomor 44 tahun 2020 yang isinya pedoman kehidupan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman Covid-19,” kata Kandouw.

“Pergub ini dapat memberi panduan, acuan, dan memberi pendampingan, tinggal datang dari kita untuk menilai. Dan apakah suatu daerah itu sudah bisa melaksanakan kehidupan baru. Lebih efektif kita serahkan ke tim Covid-19 kabupaten kota yang akan memutuskan,” lanjutnya.

Wagub Kandouw juga mengajak kepada masyarakat untuk siap menghadapi era new normal dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, physical distancing dan mencuci tangan dengan sabun.

Disamping itu, Wagub Kandouw menerangkan upaya Pemprov Sulut melakukan refocusing anggaran hampir 200 miliar untuk mengatasi dampak Covid-19.

“Jangan heran kalau program-program belanja modal itu semua dikurangi dan itu juga sama dengan di Minahasa menghadapi seperti itu. Untuk itu masyarakat Pemerintah mengharapkan untuk tetap produktif. Anggaran sebesar itu kalau masyarakat tidak bergerak pasti akan sia-sia. Untuk itu, kita tetap suplementer dan komplementer, intinya kita harus tetap hidup dan pemerintah hadir, lebih penting juga masyarakat harus tetap bekerja,” ungkap Kandouw.

Lebih lanjut, Wagub Kandouw mengapresiasi Pemkab Minahasa selalu berkoordinasi dengan Pemprov Sulut dalam rangka mengoptimalkan pembangunan daerah.

“Karena yang namanya good governance itu adalah koordinasi dan satu visi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Minahasa Roy Roring mengapresiasi bantuan Pemprov Sulut untuk warga Minahasa terdampak Covid-19.

“Ini adalah bukti sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Tentu kita warga Minahasa untuk tetap bersinergi kedepan dan menopang terus kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dan dapat mendukung program-program dari Pemerintah. Begitu juga dengan komitmen dari Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa tahun ini eceng gondok yang ada di Danau Tondano akan tuntas,” kata Roring.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw, Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan dan Kadisperindag Edwin Kindangen.

(*/mld70)

Pos terkait