Tingkatkan Kedisiplinan, Finger Print Mulai Diberlakukan Bagi Aparat Desa

  • Whatsapp

Kepala DPMD Boltim, Uyun Kunaefi Pangalima.

Boltim, detiKawanua.com – Untuk meningkatkan kedisiplinan aparat desa, penerapan finger print mulai diberlakukan ditahun 2020 ini. Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Uyun Kunaefi Pangalima.

Muat Lebih

Menurut Uyun, Peraturan Bupati (Perbup) penerapan Fingerprint untuk, mengukur kehadiran aparat desa telah diterbitkan. Penerapan absensi menggunakan Fingerprint bertujuan meningkatkan disiplin dan pelayanan aparat kepada masyarakat.

“Aparat desa adalah pelaksana pemerintahan di desa yang memiliki kantor, dan untuk meningkatkan kedisiplinan waktu, dimana Kepala desa (Sangadi-red) juga bisa mengontrol ketidakhadiran perangkat desanya,” jelasnya. Senin (10/02) kemarin.

Disiplin kehadiran di kantor, kata Dia, sangat penting. Sebab, untuk memudahkan Sangadi dan Sekretaris Desa (Sekdes) melakukan koordinasi dengan aparat desa. “Jika masuk kantor pagi untuk lakukan finger, maka ada kemungkinan Sangadi atau Sekdes bisa mengarahkan program kepada perangkat,” ujarnya.

Keberadaan aparat desa di kantor, lanjutnya, sangat penting agar memudahkan Sangadi dan Sekdes melakukan koordinasi program. “Ini hanyalah pola, bahwa apabila perangkat desa tidak datang finger pagi. Dan dari rumah langsung turun kemasyarakat guna melaksanakan program pembangunan fisik dan sebagainya, saat ini tidak lagi bisa. Karena, seluruh aparat harus finger dulu, baru bisa melaksanakan tugas,” terang Uyun kepada sejumlah awak media.

“Penerapan Fingerprint, akan mempengaruhi pelayanan aparat desa agar lebih maksimal. Finger adalah salah-satu indikator pemberian reward bahkan ketepatan berapa jumlah tunjangan yang harus dibayarkan kepada aparat desa. Jadi, fingerprint tidak menghalangi kinerja aparat desa untuk melaksanakan tugas melayani masyarakat,” tambah Uyun. (Fidh)

Pos terkait