TT “Jebol” Pagar Mawar

  • Whatsapp
Ilustrasi.

Tahuna, detikawanua.com – Kembali kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Sangihe tepatnya di Kelurahan Kolongan Mitung Kecamatan Tahuna, kejadian ini berawal dari perkenalan di dunia maya (Facebook) antara tersangka TT (21) dan korban sebut saja mawar (14).
Kapolsek Tahuna ketika ditemui awak media melalui Kanit Reskrim Novi Manangkabo membenarkan bahwa memang terjadi duggaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh tersangka TT.
“Tanggal (04/10/19) senin kemarin Rinalin Nalanguwera sebagai orang tua wali datang melaporkan apa yang telah menimpa anak mereka,  maka dengan dasar itu kami melakukan penyelidikan dan didapatkan bukti yang cukup untuk ditingkatkan pada tingkat sidik, sehingga di duga kuat tersangkanya adalah TT” jelasnya
Lanjutnya dari keterangan tersangka mereka berdua memang menjalin hubungan asmara dan ketika dilakukan penyelidikan pelecehan dilakukan pada dua lokasi yang berbeda.
“Dari keterangan tersangka bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada dua lokasi,  pada lokasi pertama tersangaka hanya sebatas mencium, dan meminta untuk memegang alat kelamin korban tetapi mendapat penolakan dari korban” ucapnya
Lanjutnya setelah mereka beranjak dari TKP pertama,  guna mencari makan ditengah jalan sang korban meminta untuk masuk ke ara jalan Lapangan Bumi Pramuka di Kelurahan Angges.
“Ditengah jalan untuk menuju tempat makan,  sang korban meminta kepada tersangka untuk berbelok masuk kejalan lapangan Bumi pramuka di kelurahan angges dan disitulah tersangka memakirkan kendaraannya serta melakukan perbuatan tindak pidana cabul kepada korban,” ungkapnya.
Ditambahkannya pula dengan dasar bukti yang ada,  tersangka suda diamankan di polsek Tahuna guna penyelidikan lebih lanjut,  dan tersangka akan  disangkakan pasal perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Sementara itu tersangka (TT) kepada media mengatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat,  terlebih kepada korban serta keluarga terhadap apa yang telah ia perbuat.
“Kami berdua berkenalan melalui Facebook dan dua minggu kemudian bertemu dan menjalin hubungan asmara,  benar pada hari minggu saya mengajak mawar  untuk menemani saya dan saya sangat menyesal dengan apa yang saya lakukan dan kiranya keluarga korban serta masyarakat dapat memaafkan,” ucapnya. (js)

Pos terkait