Pintu dikunci Upaya buka Akhirnya Berhasil , Rapat Paripurna AKD berjalan Lancar

  • Whatsapp

MINSEL, detikawanua.com -Sangat disayangkan Pembentukan dan Penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Selatan (Minsel), harus diwarnai hambatan yaitu Penutupan pintu masuk ruang rapat paripurna ,1 pintu utama dan 2 pintu disamping kanan dan kiri ikut dikunci bahkan saat AngDew turun ke ruang Sekretaris Dewan tak ada diruangannya dan para staf terlihat takut bersuara.

Hal ini yang dialami 3 Fraksi Gabungan yaitu Fraksi PDI-P , Demokrat , Primanas. Saat menuju Ruang Rapat Paripurna secara bersama – sama Pimpinan DPRD dan Anggota. Namun dari pantauan media ini upaya untuk membuka pintu yang terkunci telah dilakukan berulang kali tapi tak merusak ketiga pintu tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada akhirnya setelah melakukan upaya maka pintu samping terbuka dan pimpinan dan anggota dewan pun masuk dengan rasa syukur.

Wakil Ketua DPRD Minsel, Steven Lumowa menyatakan adanya tindahkan menutup pintu masuk ruang rapat paripurna Dewan Kabupaten (Dekab) Minsel, merupakan aksi sabotase, dan ini tidak dibenarkan karena Kantor DPRD adalah rumah rakyat

 “ Kantor ini adalah Rumah rakyat maka cara-cara seperti ini merupakan sabotase  Sekretariat Dewan dengan tujuan menggagalkan pembentukan AKD,” imbuh Lumowa.

Saat masuk ruang Sekwan Lumowa pertanyakan dimana Sekwan yang harusnya ada di ruangnnya karena masih jam kerja bukan malah sembunyi dan tidak menjalankan tugas.

“Kantor DPRD Minsel adalah gedung milik rakyat, Sekretaris Dewan seharusnya membantu dan memfasilitasi kegiatan dewan ,Gedung dewan ini bukan milik perusahaan atau keluarga. Mana para pejabat dan staf DPRD? Ini masih jam kantor, mengapa Sekwan dan pejabat lain tidak ada ,ketus Steven

Adapun kemarahan beberapa Angdew dilampiaskan saat membuka pintu Ruang Paripurna namun tak terbuka ,
Machritje Lolowang dari Fraksi PDI Perjuangan dengan lantang mengungkap kekesalannya

 “ sangat tidak wajar dan keterlaluan jika pintu harus digembok, ada apa ini .. Kantor DPRD bukan milik pribadi dan kelompok tertentu , Mana kuncinya .. Siapa yang pegang kunci ini …, ini milik rakyat , bukan seenaknya begini , ucap Lolowang.

Angdew Veerke Pomantow pun tak berhasil membuka pintu ruang rapat paripurna , dengan suara keras Veerke menyayangkan sikap Sekretariat Dewan yang tak bisa bertindak logis ,

” kenapa ini dikunci ada apa dengan Pegawai disini ,.. Gedung ini milik rakyat dan untuk rakyat bukan di sabotase seperti ini .. Harusnya Gentel bukan seperti anak-anak yang lari dari tanggung jawab.papar Pomantow.

Tak disangkah upaya membuka pintu berhasil dengan akses pintu samping dan akhirnya 16  Anggota Dewan masuk dan mempersiapkan diri untuk Rapat Paripurna Pembentukan AKD yang dipimpin Steven Lumowa yang diawali dengan Berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.dan akhirnya Rapat Paripurna berjalan dengan baik sesuai mekanisme Tatib dan tahapan yang sudah ada.
( Vandytrisno )

Pos terkait