Selamatkan 1.4 M, Kejati Sulut Miskin Jaksa

  • Whatsapp
Kantor Kejati Sulut, di Jln 17 Agustus Kecamatan Wanea.

Manado, detiKawanua.com Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan kepada awak media, pasca memperingati Hari Bhakti Adhykarya ke-55. Kejati saat ini mengatongi 27 dalam tahap penyelidikan (LID), penyidikan (Dik) 21 perkara, tahap penuntutan 20 perkara kini di pengadilam dan eksekusi  21 perkara. 
“Dari perkara tersebut terkait dengan kasus tindak pidana korupsi Kejati Sulut melakukan penyelamatan uang Negara sebesar Rp1,420.617.000 dan telah disetor ke Negara,” ujarnya, sembari menjelaskan perkara-perkara tersebut, berjalan sejauh dia menahkodai  Kejati Sulut, dari bulan Januari hingga Juli 2015.
Syahrizal juga menjelaskan, selama kasus ditangani Kejati Sulut saat ini seperti korupsi DAK Diknas Sitaro dengan tersangka DK dan JT.
Begitu juga tersangka MD terkait tipikor pengadaan buka perpustakan Pemprov Sulut. Akan terpidana yang ditangkap eksekusi Kejati Sulut adalah Cory Tumimbang dan Handri Palar kasus bencana alam Talaud serta Siska Tineke kasus mark up lahan kantor BPK. 
Dalam pidana umum, ada 32 perkara antara lain, narkotika 12, Traffiking 1, Illegal fhishing 2, Pelayanan 1, Perlindungan anak 4 kasus. Sedangkan sisa kasus tahun 2014 berjumlah 737 dan 2015 ada 1198 kasus. “Melihat kasus yang ada memang saya akui masih minim jaksa tapi hal itu tidak membuat kami tidak tampil maksimal. Karena jika kekurangan ada di Kejari kami bisa kirimkan personil dari Kejati, sementara di Kejati kurang personil kami bisa minta ke Kejagung,” katanya. 

Kasus yang dihentikan lanjut Syarizal, berjumlah 119 sedangkan ada 6 laporan pengaduan terkait kinerja jajaran di Kejaksaaan Sulut.“Yang terbukti disiplin berat ada 2 orang dan diusul ke Kejagung. Disiplin sedang ada 8 orang yang juga dilaporkan dan usulkan ke Kejagung. Sedangkan pengaduan yang ringan ada 1 orang yang kewenangannya ada pada saya sendiri,” tandasnya. (Arman Soleman)

Pos terkait