Perkuat Koordinasi, Bawaslu Sulut Laksanakan FGD Bersama Media Massa

  • Whatsapp

Ilustrasi.

Manado, detiKawanua.com – Media massa yang merupakan salah satu ujung tombak berjalan lancarnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi focus Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut. Dengan begitu, digelarlah Focus Group Discussion (FGD).

Bacaan Lainnya

Mengangkat tema ‘Pengawasan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilu Dalam Pilkada 2015’, Bawaslu menggelar kegiatan tersebut Kamis (09/07) siang kemarin di kantor Koran Sindo Manado.

Sebagaimana diungkapkan Pimpinan Bawaslu Sulut Johny Suak, kegiatan ini digelar sebagaimana bentuk pencegahan segala macam bentuk kecurangan yang selama ini masih menjadi permasalahan.

“Konsen kami adalah mencegah dimulai dari penetapan itu. Kalau itu tidak baik dan benar pelaksanaan ini akan menjadi masalah lagi. Ini juga bagian dari koordinasi Bawaslu dengan media massa,” jelas Suak.

Sementara itu, Tommy Sumakul selaku pembicara yang merupakan akademisi menjelaskan, tidak ada kebebasan demokrasi tanpa pers dan tidak ada kebebasan pers tanpa demokrasi.

“Setelah adanya putusan MK menjadi berbagai perubahan yang setidaknya menjadi masalah. Menyangkut masalah data, adalah masalah inti saat ini karena keputusan pemenang saat ini tidak menggunakan system 30% kemudian dilakukan pemilihan lanjutan. Kali ini, 1 suara saja sangat mendukung. Maka daripada itu, masalah pengawasan dan pemutakhiran data menjadi masalah serius yang harus kita carikan solusianya bersama,” jelas Sumakul.

Sementara itu, terkait adanya sejumlah problema di lapangan baik dalam pelaksanaan Pileg maupun pilpres beberapa waktu lalu, seperti eksodus warga patut diwaspadai menjelang dan saat penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2015.

“Eksodus berpotensi besar terjadi dari daerah kabupaten/kota yang tidak menggelar Pilkada ke kabupaten/kota yang menggelar Pilkada. Eksodus warga ini patut diwaspadai. Selain penyelenggara seperti Bawaslu peran pers juga sangat dibutuhkan. Ingat, Pilkada kali ini unggul satu suara saja langsung menang sehingga segala cara pasti dilakukan kandidat terutama petahana,” tutur Sumakul. (Rifaldi Rahalus)

Pos terkait