Bahkan wadah makanan yang sudah memiliki tanda aman untuk makanan saja, pada kondisi tertentu tetap dapat membahayakan.
Dilansir Boldsky, Rabu (10/02), berikut empat alasan mengapa Anda dilarang menggunakan wadah plastik di saat membawa bekal makanan atau disuguhkan di meja makan yang juga harus diwaspadai.
Mengandung bisphenol A
Bisphenol A atau dikenal BPA umumnya digunakan dalam plastik berbobot ringan atau keras, seperti botol air atau botol susu bayi. BPA, bahkan ditemukan dalam kaleng makanan. Menurut sebuah studi yang dilakukan, BPA memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes, penyakit jantung dan racun hati.
Adanya phthalates
Phthalates ditemukan dalam berbagai macam bahan seperti pipa PVC dan parfum. Kandungan berbahaya ini akan memengaruhi produksi hormon testosteron dan sistem reproduksi laki-laki. Menurut penelitian, hal itu dapat masuk ke tubuh kita dari berbagai macam kemasan. Bahkan, dapat pula terakumulasi dalam tanaman pangan atau ternak pangan yang kita makan.
Alat masak teflon
Wajan teflon memang sangat disukai ibu-ibu karena tidak membuat wajan lengket. Tapi, penelitian telah mengungkapkan bahwa alat masak teflon berbahaya saat terkena suhu yang sangat tinggi. Diketahui, pelapis teflon dapat melepaskan zat berbahaya dalam makanan. Sehingga, ini akan memengaruhi nutrisi makanan yang Anda lahap, meski dalam kondisi fresh.
Hindari wadah plastik
Jangan menggunakan peralatan masak atau makan yang terbuat dari plastik. Apalagi bila dipanaskan bisa mentransfer sejumlah besar bahan berbahaya ke dalam makanan Anda. Sebaliknya, memilih peralatan masak yang terbuat dari stainless steel atau kaca. Ini adalah solusi yang sehat untuk kesehatan dan tetap menjaga nutrisi Anda.
Selain itu, menurut Reton Fitri MSc, Dosen Mikrobiologi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, memasukkan makanan dalam keadaan panas ke wadah plastik dapat menyebabkan zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam plastik terlepas dan masuk ke dalam makanan.
“Makanan panas atau yang terlalu asam dapat menyebabkan terlepasnya zat karsinogenik yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
(*/vkg)











