MANADO – Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 menjadi refleksi besar bagi gerakan kepemudaan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara, Donal Pakuku, mengajak seluruh elemen pemuda dan remaja masjid di Bumi Nyiur Melambai untuk memaknai Harkitnas sebagai tonggak kebangkitan intelektual, penguatan literasi digital, dan kemandirian ekonomi.
Menurut Donal, esensi perjuangan organisasi Boedi Oetomo yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA adalah perubahan paradigma perjuangan. Jika dahulu perjuangan dilakukan secara fisik dan kedaerahan, Boedi Oetomo mengubahnya menjadi perjuangan yang berbasis intelektual, pendidikan, dan persatuan nasional. Nilai histori inilah yang menurutnya sangat relevan untuk ditarik ke era modern saat ini.
“Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya menjadi seremonial tahunan semata. Ini adalah alarm pengingat bagi generasi muda, khususnya pemuda dan remaja masjid di Sulawesi Utara, untuk bangkit dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang serba digital. Tantangan kita hari ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan informasi, dan polarisasi digital,” ujar Donal Pakuku, Minggu (20/09/2026).
Lebih lanjut, Tokoh Pemuda Sulawesi Utara ini menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menjaga kedaulatan digital bangsa. Di tengah derasnya arus informasi global, ia menilai pemuda masjid harus mampu menyaring informasi dan menjadi agen pelurus informasi (konter narasi) terhadap berita bohong atau hoax yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi yang positif. Kita harus mengisi ruang-ruang digital dengan konten dakwah yang sejuk, edukatif, serta inovasi teknologi yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Kita tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus menjadi produsen inovasi,” tambahnya dengan tegas.
Selain fokus pada ranah digital dan teknologi informasi, dalam momentum Harkitnas ini, Donal Pakuku juga menekankan pentingnya kebangkitan ekonomi di kalangan pemuda melalui penguatan UMKM berbasis masjid (pemuda masjid entrepreneur). BKPRMI Sulut berkomitmen penuh untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mandiri secara finansial sehingga mampu menopang perekonomian daerah.
Sinergi antara organisasi kepemudaan, ormas keagamaan, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Donal, menjadi kunci utama untuk mewujudkan transformasi tersebut. Ia mengapresiasi berbagai program kepemudaan pemerintah daerah dan menyatakan siap menyelaraskan program-program strategis BKPRMI demi mencetak Generasi Emas yang nasionalis, religius, serta siap membawa kedaulatan bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju dan disegani di kancah dunia.
Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, DPW BKPRMI Sulut berharap seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat desa dapat bergerak serentak menghadirkan kegiatan sosial, keagamaan, dan pelatihan keterampilan digital yang inklusif untuk masa depan Sulawesi Utara yang lebih gemilang.









