SULUT – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut) resmi mengeluarkan pernyataan sikap menanggapi insiden berdarah dalam ajang balap Drag Race di Kota Kotamobagu yang terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026. Tragedi yang menelan korban jiwa dan luka-luka tersebut memicu perhatian besar dari berbagai pihak.
Ketua DPW BKPRMI Sulut, Donal Pakuku menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa para korban dan pengunjung gelaran tersebut.
“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi insiden Drag Race maut yang menelan korban jiwa di Kotamobagu. Ini adalah duka kita bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, minggu malam.
Menyikapi situasi pasca-kecelakaan, DPW BKPRMI Sulut merilis lima poin pernyataan sikap resmi:
1. Mendoakan Korban
Mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan wafat dalam keadaan husnul khotimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
2. Aksi Solidaritas
Mengimbau warga untuk bergotong-royong membantu meringankan beban finansial maupun moril para korban, khususnya yang saat ini masih kritis atau menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
3. Menjaga Kondusivitas
Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan tokoh publik untuk menahan diri, menjaga stabilitas keamanan, dan tidak saling menyalahkan atau mencari kambing hitam.
4. Tolak Politisasi
Meminta dengan tegas agar tidak ada pihak yang mempolitisir tragedi kemanusiaan ini demi kepentingan kelompok tertentu.
5. Percayakan ke Hukum
Mendesak dan mempercayakan penuh proses investigasi serta penanganan hukum terkait kelayakan acara dan unsur kelalaian kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang berwenang.
BKPRMI Sulut berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi total bagi penyelenggara kegiatan olahraga otomotif di masa depan. Faktor keselamatan penonton dan standar operasional prosedur (SOP) pembatasan area balap harus menjadi prioritas utama agar insiden serupa tidak terulang kembali.










