SULUT – Momentum kelulusan sekolah kerap kali diwarnai dengan acara penamatan yang megah dan berbiaya tinggi. Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, H. Amir Liputo, SH, secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh pimpinan sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di Sulawesi Utara untuk mengedepankan kesederhanaan.
Amir Liputo meminta agar pihak manajemen sekolah tidak memaksakan pelaksanaan acara penamatan di hotel atau gedung sewaan mewah. Sebaliknya, ia menyarankan agar acara cukup dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia.
“Mengingat keadaan ekonomi orang tua siswa lagi kurang baik, maka harap dibuat sederhana. Yang penting adalah khidmat, sukses, dan penuh rasa syukur,” ujar Amir Liputo, Kamis (04/6/2026)
Menurut legislator yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi pendidikan ini, esensi utama dari penamatan adalah prosesi pelepasan dan pemberian apresiasi atas kelulusan siswa, bukan pada kemewahan dekorasi atau lokasi acara.
Pihak sekolah diharapkan mampu mengemas acara penamatan sekreatif mungkin tanpa harus menarik pungutan biaya yang memberatkan. Pemanfaatan aula sekolah, lapangan olahraga, atau halaman sekolah dinilai sudah lebih dari cukup jika dikelola dengan baik bersama para guru dan siswa.
Imbauan ini langsung memicu gelombang respons positif dari masyarakat luas, khususnya kalangan orang tua murid di Manado dan sekitarnya. Banyak wali murid mengaku sangat lega dengan adanya pernyataan ini. Pasalnya, biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (seperti masuk SMP, SMA, atau Kuliah) sudah membutuhkan dana yang sangat besar.
“Kami sangat bersyukur ada anggota dewan yang peka dengan kondisi di lapangan. Membayar uang wisuda sekolah di hotel itu berat, belum lagi sewa jas atau kebaya. Kalau di sekolah saja, uangnya bisa kami pakai untuk beli seragam dan buku di sekolah yang baru,” ungkap salah satu perwakilan orang tua murid di Manado.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara maupun Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota dapat ikut memantau jalannya proses penamatan di masing-masing wilayah. Langkah preventif perlu diambil agar tidak ada sekolah yang melakukan pemaksaan atau pungutan liar berlindung di balik alasan “kesepakatan komite sekolah”.
Amir Liputo menutup imbauannya dengan menyampaikan salam hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang mau bergerak bersama menjaga siswa demi kelangsungan masa depan pendidikan anak-anak di Sulawesi Utara.
Peduli Ekonomi Orang Tua, Amir Liputo Minta Penamatan Sekolah Digelar Sederhana dan Cukup di Sekolah










