SULUT – Komisi I DPRD Sulawesi Utara (Sulut) mempertanyakan belum tercantumnya angka realisasi anggaran pada program pemberdayaan lembaga dalam laporan triwulan I tahun 2026. Hal tersebut menjadi sorotan dalam rapat evaluasi capaian program bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulut, Selasa (19/5/2026).
Anggota Komisi I DPRD Sulut, Hillary Tuwo, mendesak kejelasan dari pihak dinas terkait mandeknya pembaruan data tersebut. Mengingat, total pagu anggaran program menyentuh Rp2,6 miliar untuk membiayai berbagai kegiatan vital masyarakat seperti posyandu dan PKK.
“Untuk program pemberdayaan lembaga ini saya lihat belum ada realisasinya. Apakah memang belum dilaksanakan di triwulan I atau datanya yang belum di-update?” ujar Hillary saat mempertanyakan persentase realisasi dalam rapat.
Menjawab cecaran tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PMD Sulut, Novita Limintang, menjelaskan bahwa nihilnya angka realisasi di laporan karena penarikan data sistem baru dilakukan per 31 Maret. Ia memastikan bahwa sejumlah kegiatan operasional sebenarnya sudah berjalan sepanjang bulan April.
“Data yang ditampilkan masih per 31 Maret, sehingga belum mencerminkan kegiatan di bulan April. Padahal sudah ada tiga kegiatan yang dilaksanakan,” jelas Novita.
Dalam rapat tersebut, Novita memaparkan rincian anggaran posyandu tahun 2026 yang mencapai Rp400.031.000 untuk 15 kabupaten/kota. Alokasi tersebut terdiri dari Rp130 juta untuk bantuan makanan sehat dan susu bagi lansia, bayi, serta ibu menyusui, serta Rp100 juta untuk pelaksanaan rapat kerja daerah pembahasaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sementara untuk program PKK, PMD mengklaim telah melaksanakan dua rapat kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Hotel Luwansa pada April lalu, serta menyalurkan bantuan masyarakat pada momen Halal Bihalal di Bolaang Mongondow. Pihak dinas berjanji akan segera menyerahkan laporan rincian realisasi anggaran tersebut secara tertulis.
Laporan Realisasi Kosong, Hillary Tuwo Cecar Plt Kepala Dinas PMD Sulut Terkait Anggaran Rp2,6 M










