Example floating
Example floating
POLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Bantuan Petani dan Peternak Berkurang, Angelia Wenas Dorong Dinas Lebih Proaktif

×

Bantuan Petani dan Peternak Berkurang, Angelia Wenas Dorong Dinas Lebih Proaktif

Sebarkan artikel ini
oplus_0
SULUT — Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat sangat berdampak pada masyarakat Sulut terlebih yang berprofesi sebagai petani dan peternak.

Menyikapi itu, Anggota Komisi II DPRD Sulut Angelia Regina Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut, Senin (02/03/2026) mengungkapkan jika sebagian besar masyarakat awam tidak memahami secara rinci kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung. Mereka hanya melihat realita bahwa bantuan yang biasanya tersedia kini jauh berkurang.

“Yang masyarakat tahu, setiap tahun selalu ada bantuan. Namun kenyataannya saat ini bantuan di dinas-dinas teknis sangat minim. Sementara kebutuhan petani dan peternak terus meningkat,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Ditambahkan Srikandi BMR ini, salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah program ayam terintegrasi. Ia mengakui bahwa merealisasikan program tersebut bukanlah hal yang mudah. Namun dengan upaya dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, ia meyakini program tersebut dapat diwujudkan.

“Provinsi Gorontalo saja bisa mendapatkan program itu, kenapa kita tidak? Ini hanya soal keseriusan dan koordinasi,” tegasnya.

Untuk itu, Wenas meminta peran aktif dinas terkait untuk menjemput program-program strategis dari pemerintah pusat yang menjangkau langsung masyarakat petani dan peternak di Sulut.

“Dinas harus lebih aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kementerian terkait, sehingga daerah tidak tertinggal dalam memperoleh program strategis nasional,” katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani dan peternak lokal harus menjadi prioritas, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Stabilitas harga jual hasil ternak sangat menentukan keberlanjutan usaha masyarakat kecil.

“Harapan kami, dinas benar-benar memperhatikan hal ini. Jangan sampai peternak lokal kalah bersaing di daerah sendiri. Harga harus tetap stabil dan kesejahteraan peternak harus dijaga,” pungkas Wenas.

Diketahui, di tengah efisiensi anggaran, kreativitas dan keaktifan dalam menangkap peluang program nasional diharapkan mampu menjadi solusi, sehingga sektor pertanian dan peternakan tetap tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Daerah.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), justru melaporkan adanya peningkatan bantuan dan program strategis pada tahun 2025 dan proyeksi optimis untuk tahun 2026, yang berfokus pada swasembada pangan dan kesejahteraan petani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *