MANADO – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sulawesi Utara sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) APPSI Sulut 2026. Mengusung tema besar “Kebangkitan Pasar Tradisional, Penguatan Struktur-Struktur Ekonomi Kerakyatan dan Mengawal Program Presiden Prabowo Subianto”, momentum ini menjadi tonggak baru bagi konsolidasi pedagang pasar di bumi Nyiur Melambai, Selasa (20/10/2026).
Acara ini diawali dengan pelantikan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan APPSI untuk 15 kabupaten/kota yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, dengan didampingi Sekjen APPSI, M. Mujiburrohman dan Ketua APPSI Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Ketua APPSI Sulawesi Utara, Nurrasyid Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus DPD dan perwakilan daerah yang telah menempuh perjalanan jauh demi menghadiri forum strategis ini. Kehadiran para tokoh penting dari berbagai elemen daerah, mencatatkan sejarah politik tersendiri dengan menyatukan 15 kekuatan serta daerah kepentingan di satu tempat.
“Ini sejarah politik kami ber-APPSI bahwa kami bisa menghitung 15 kekuatan, 15 daerah kepentingan di tempat ini,” ujar Nurrasyid dalam pidatonya.
Menghadapi tantangan ekonomi ke depan, Nurrasyid memberikan instruksi dan mandat yang sangat berat namun krusial bagi seluruh Ketua DPD yang baru dilantik. Mandat utama tersebut adalah pembentukan kepengurusan komisariat di setiap pasar tradisional.
“Kenapa harus begitu? Karena tanpa ini program kita tidak jalan. Jadi Bapak-Bapak misalnya ada di pasar, harus ada komisariat yang bisa disediakan,” tegasnya.
Keberadaan komisariat di tingkat akar rumput ini dinilai sebagai motor penggerak utama agar seluruh kebijakan dan program kerja organisasi dapat dieksekusi secara nyata dan menyentuh langsung para pedagang.
Selain penguatan struktur internal, APPSI Sulut juga berfokus pada modernisasi administrasi melalui pendataan pedagang yang terkoneksi langsung dengan unit usaha. Langkah digitalisasi dan integrasi data ini diambil agar program bantuan maupun kerja sama dari pemerintah daerah dan pusat dapat didistribusikan secara tepat sasaran.
Melalui basis data yang valid, APPSI Sulut berkomitmen penuh untuk memperluas jalinan kemitraan strategis guna menstabilkan harga dan pasokan barang di pasar. Beberapa program konkret yang siap dikolaborasikan antara lain, kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk penyediaan bahan pangan pokok, fasilitasi program pasar murah bagi masyarakat, dan Optimalisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Agar program-program yang dari daerah bisa kita nikmati bersama dengan masyarakat berdaerah ini,” tambah Nurrasyid.
Rakerwil ini juga mempertegas posisi APPSI Sulut dalam berdiri tegak mengawal program-program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. APPSI Sulut menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang kolaborasi yang luas dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, guna melahirkan undang-undang dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pedagang tradisional secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, yang mewakili sambutan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, memberikan apresiasi tinggi kepada APPSI Sulawesi Utara yang telah menginisiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap momentum ini dapat digunakan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengejawantahkan program kerja, serta merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan para pedagang.
“Pasar memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi dan masyarakat. Pasar bukan hanya tempat transaksi untuk membeli, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara produsen dan konsumen, tempat hasil pertanian dipasarkan, serta sumber kehidupan bagi banyak keluarga di Sulawesi Utara,” ujar Victor.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan usaha para pedagang memiliki keterkaitan erat dengan perputaran ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Oleh karena itu, sinergi aksi antara APPSI dan pemerintah daerah menjadi komitmen nyata untuk bekerja bersama demi mewujudkan kesejahteraan pedagang di Sulawesi Utara.






