MANADO – Gelombang aksi solidaritas dan kepedulian kemanusiaan terus mengalir deras bagi warga yang terdampak bencana kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk, Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Sebagai bentuk respons cepat dan tanggap darurat terhadap musibah ini, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara turun langsung ke lokasi pengungsian dan posko darurat guna menyalurkan paket bantuan sembako serta kebutuhan logistik dasar, Jumat (16/10/2026) sore.
Aksi sosial yang dilakukan oleh pemuda remaja masjid ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW BKPRMI Sulut, Donal Pakuku, bersama jajaran fungsionaris pengurus wilayah. Kehadiran mereka di tengah-tengah warga menjadi bukti nyata dari komitmen organisasi dalam membantu meringankan beban psikologis serta kebutuhan fisik masyarakat yang sedang mengalami masa-masa sulit akibat kehilangan tempat tinggal.
Ketua DPW BKPRMI Sulut, Donal Pakuku, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan instruksi langsung dan tindak lanjut konkret dari hasil koordinasi internal organisasi. BKPRMI Sulut berkomitmen untuk selalu hadir secara taktis dalam setiap peristiwa kebencanaan maupun isu-isu sosial yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara. Menurutnya, gerakan turun ke lapangan ini murni didasari atas rasa empati yang mendalam, bukan sekadar agenda formalitas atau seremonial belaka.
“BKPRMI harus selalu siap dan hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang diuji oleh musibah besar seperti ini. Bagi kami, ini adalah panggilan iman yang nyata sekaligus tanggung jawab sosial kemanusiaan yang mutlak sebagai bagian dari pemuda masjid,” tutur Donal Pakuku dengan penuh empati di sela-sela penyerahan bantuan di lokasi pengungsian warga.
Donal juga menambahkan bahwa duka yang dirasakan oleh warga Sindulang Satu adalah duka bagi seluruh pemuda masjid di Sulawesi Utara. “Melihat kondisi rumah warga yang hangus terbakar, tentu menyisakan kesedihan mendalam. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian ini. Seluruh kader BKPRMI siap bahu-membahu mengawal proses pemulihan para korban,” imbuhnya.
Dalam pendistribusian logistik kali ini, pihak BKPRMI Sulut memilih untuk memfokuskan bantuan pada sektor ketahanan pangan darurat. Berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan, logistik makanan menjadi salah satu hal yang paling krusial bagi warga di awal masa tanggap darurat. Paket bantuan yang diserahkan secara simbolis dan langsung kepada perwakilan warga tersebut meliputi komoditas pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan telur.
“Saat ini yang paling mendesak adalah pemenuhan kebutuhan perut sehari-hari agar kondisi fisik warga, terutama anak-anak dan lansia, tidak drop di pengungsian. Oleh karena itu, pasokan sembako ini kami prioritaskan agar dapur umum posko bisa terus mengepul,” jelas Donal mengenai alasan pemilihan jenis bantuan tersebut.
Pihak pengelola posko darurat dan warga menyambut baik bantuan ini, mengingat dapur umum sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku makanan yang stabil demi menjamin konsumsi harian ratusan jiwa yang terpaksa mengungsi.
Di akhir prosesi penyerahan bantuan, Donal Pakuku kembali mengingatkan bahwa penanganan dampak pascabencana, terutama di kawasan padat penduduk Kota Manado, tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah setempat sendirian. Skala dampak yang luas memerlukan keterlibatan aktif dan kolaborasi sinergis dari berbagai elemen sektoral, termasuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), lembaga amil, serta komunitas-komunitas sosial kemanusiaan lainnya.
“Bencana berskala seperti ini menuntut ego sektoral dikesampingkan. Kita semua harus melebur dalam satu gerakan gotong royong. BKPRMI mengetuk pintu hati para dermawan, pengusaha, dan OKP lainnya di Sulut untuk ikut mengulurkan tangan. Logistik yang ada saat ini sifatnya stimulan, sementara masa tanggap darurat masih akan berjalan beberapa waktu ke depan,” pungkas Donal.
Sinergi gotong royong dinilai sangat mendesak demi memastikan pemenuhan stabilitas logistik jangka pendek, pemeliharaan posko kesehatan, hingga program pemulihan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak serta lansia yang terdampak langsung selama masa tanggap darurat berjalan di Kota Manado.









