Example floating
Example floating
Example 468x60
Kotamobagu

Sidak Jam 2 Dini Hari, Wali Kota Kotamobagu Tangkap Basah Mafia BBM di SPBU Pontodon

×

Sidak Jam 2 Dini Hari, Wali Kota Kotamobagu Tangkap Basah Mafia BBM di SPBU Pontodon

Sebarkan artikel ini

KOTAMOBAGU – Penyelesaian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Kotamobagu tak lagi mempan sekadar teguran di atas kertas atau kompromi di meja rapat. Ketegasan di lapangan menjadi jawaban mutlak saat oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tertangkap basah main mata dengan sindikat mafia BBM.

Hal itu terbukti saat Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, memimpin inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Pontodon pada Selasa (8/9/2026) pukul 02.00 WITA. Di tengah gulita malam, tim menemukan aktivitas pengisian BBM jenis Solar bersubsidi secara masif ke sejumlah kendaraan bertangki rakitan, galon, hingga truk tangki swasta di luar jam operasional resmi.

SPBU milik pengusaha lokal di wilayah Pontodon ini digerebek setelah warga melapor terkait lalu lintas kendaraan mencurigakan yang saban malam keluar-masuk area pengisian. Saat tim gabungan tiba, tak ada antrean masyarakat umum, namun nosel pengisian terus mengalirkan Solar ke wadah-wadah tak standar.

Temuan ini mengonfirmasi dugaan publik bahwa SPBU tersebut menjadi sarang permainan BBM bersubsidi yang dialihkan ke pasar gelap demi keuntungan pribadi.

“Kami menemukan adanya pengisian tak wajar pada jam 2 pagi. Ini jelas melanggar ketentuan karena SPBU seharusnya tutup untuk layanan umum atau hanya melayani kontrak industri dengan prosedur ketat. Namun, yang kami lihat adalah aliran solar masif ke pihak-pihak yang tidak jelas identitasnya,” ungkap Wali Kota Weny Gaib di lokasi kejadian.

Praktik culas ini berdampak langsung pada masyarakat luas. Dengan menyedot stok di malam hari, oknum menciptakan kelangkaan buatan (artificial scarcity) pada siang hari. Dampaknya, warga dan sopir terpaksa mengantre berjam-jam atau membeli Solar eceran dengan harga melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP, Polresta Kotamobagu, serta TNI langsung menyita sejumlah barang bukti awal. Petugas mengamankan catatan manual transaksi serta rekaman CCTV yang diduga kuat telah dimanipulasi untuk menyembunyikan jejak kejahatan.

Langkah drastis ini menjadi sinyal peringatan keras bagi seluruh pengelola SPBU di Kota Kotamobagu. Pemerintah Kota berkomitmen memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi selama 24 jam, termasuk menyiapkan teknologi pemantauan real-time untuk menutup celah kebocoran.

Di akhir sidak, Wali Kota meminta peran aktif masyarakat untuk mengawal penyaluran BBM bersubsidi di seluruh wilayah.

“Jangan diam jika melihat ketidakadilan. Kami ada di sini untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Pontodon belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut. Sementara itu, tim gabungan bersama aparat penegak hukum terus melakukan penyidikan mendalam guna mengusut tuntas jaringan penerima Solar ilegal tersebut. (*)

error: Content is protected !!