MANADO – Nama Kota Kotamobagu kembali menggema di panggung prestasi Sulawesi Utara. Dalam perhelatan bergengsi Grand Final Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting Tingkat Provinsi Sulut yang berlangsung meriah di Manado Town Square (Mantos), Jumat (24/04/2026), para utusan Kotamobagu sukses menyapu bersih posisi tiga besar.
Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh Ketua TP-PKK Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, bersama Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Resty Mangkat Somba. Kehadiran mereka di lokasi acara menjadi suntikan moral yang ampuh bagi para finalis hingga mampu tampil maksimal di atas panggung.
Dalam persaingan yang ketat tersebut, dua perwakilan Kotamobagu berhasil mengamankan posisi terhormat yakni Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen – Juara 2 Putra, dan Megrisa Hidayat Lesena – Juara 3 Putri.
Ketua TP-PKK Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para remaja tersebut. Ia menilai pencapaian ini merupakan cerminan dari kualitas dan potensi besar yang dimiliki generasi muda Kotamobagu.
“Alhamdulillah, hari ini putra dan putri terbaik kita masuk dalam jajaran tiga besar. Ini pencapaian luar biasa. Saya sangat terharu melihat potensi mereka yang maksimal demi mengharumkan nama Kota Kotamobagu,” ujar Rindah
Meski telah meraih trofi, Rindah mengingatkan bahwa tanggung jawab sesungguhnya baru saja dimulai. Para duta terpilih kini memikul misi sebagai motor edukasi di tengah masyarakat, khususnya dalam mengampanyekan gizi seimbang dan risiko pernikahan dini.
“Mereka harus menjadi motor penggerak untuk memutus mata rantai stunting. Kedepannya, mereka akan mendukung program pemerintah dalam mengedukasi remaja mengenai kesadaran gizi, bahaya pernikahan dini, dan ketahanan keluarga,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Resty Mangkat Somba, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia berharap kiprah Chrismart dan Megrisa tidak hanya berhenti di level provinsi, namun mampu membawa pesan kemanusiaan ini hingga ke kancah nasional melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk kader Posyandu.
“Harapannya, mereka bisa berkolaborasi dengan masyarakat dan Posyandu agar program pencegahan stunting di daerah kita berjalan efektif. Kita telah membuktikan bahwa putra-putri Kotamobagu mampu bersaing dan unggul di tingkat provinsi,” jelas Resty.
Kendati belum menyabet gelar juara umum, semangat TP-PKK Kotamobagu tetap menyala. Momentum kemenangan ini akan dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk menghadapi serangkaian perlombaan PKK tingkat provinsi lainnya yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Menutup rangkaian acara, Ny. Resty Mangkat Somba menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di balik layar.
“Terima kasih kepada orang tua, keluarga, dinas terkait, serta seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. Dukungan kalian adalah energi bagi anak-anak kita. Sukur moanto (terima kasih banyak),” pungkasnya.
Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa pola pembinaan remaja di Kotamobagu berada pada jalur yang tepat. Dengan menempatkan wakil di posisi juara pada isu krusial seperti stunting, generasi muda Kotamobagu terbukti memiliki pemahaman mendalam mengenai tantangan kesehatan dan kependudukan di masa depan. (*)







