Perkuat Kelembagaan dan Kemandirian, Petani Upland lakukan Pertemuan Bersama dua Korporasi

  • Whatsapp

MINSEL, detiKawanua.com – Petemuan Peningkatan Pelembagaan Petani Pelaksana Upland Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2022, kegiatan The Development of integrated Farming System in Upland Areas, dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Amurang selama dua hari mulai Jumat sampai dengan Sabtu (17 – 18 Juni 2022) yang diikuti dua Korporasi yang selama ini menjadi Wadah yang bergerak dalam Membangun Kemitraan dan menjaga Kelompok Pertanian yang Solid dan Maju.

Beberapa materi mulai hari pertama sampai hari kedua yaitu Penguatan Kelembagaan Korporasi Petani oleh Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawei Utara, oleh Kepala Seksi Pengelolaan Air Distanakda Provinsi Sulawesi Utara, Persiapan Budidaya Tanaman Kentang oleh Kepala Seksi Pengelolaan Lahan Distanakda Provinsi Sulawesi Utara / PPK Tugas Pembantuan, Mekanisme Survey Harga dan Pendampingan Penyusunan RUKK Alat dan Mesin Pertanian oleh Konsultan PMC Upland Region VI PPK On Granting Upland Minsel , Mekanisme Survey Harga dan Sosialisasi RUKK Kegiatan Infrastruktur Fisik oleh Konsultan DSC Upland Region VI PPK Manager Project Implementation Unit (PIU) Upland Kabupaten Minahasa Selatan.

Bacaan Lainnya

Salah satu Pemateri Rocky Pondaag yang juga sebagai PPK menyatakan materi diberikan semata untuk Memperkuat kerja Korporasi dan para kelompok harus saling menopang dan mendukung agar Mekanisme Penyusunan RU KK dan Pelaksanaan kegiatan Upland 2022 dapat cepat dilakukan.

“Semua kegiatan harus di usulkan dan diketahui oleh masing – masing kelompok tani pelaksana upland dan jangan lupa Pencatatan Dokumen Penyusunan ,Harus perkuat kelembagaan dengan semua jaga kekompakan,” ucap Rocky.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Pertanian Feybie Pusung S.Pt.MSi yang juga didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Augus Y.M. Sumajow. Kegiatan ini semata untuk Lebih mempersiapkan petani andalan Lebih dari itu bicara Teknis dan kelembagaan serta Budidaya tanaman kentang, Pertanian yang berwawasan lingkungan ( SDGis ) dan Penggunaan Pupuk yang ramah lingkungan.

“Tentunya ini perlu sosialisasi dan Penguatan apalagi bicara Upland untuk Korporasi dan petani Pelatihan terus dilakukan , karena setiap inovasi dan teknis itu butuh Kesabaran dilapangan,” ucap Kadis diiakan Sekdis Augus.

Lanjut Sekdis Augus ,Harapan kedepan, Agar tetap jaga kekompakan kebersamaan , jangan berdasar Individual dan harus koordinasi dengan Pengurus Korporasi karena bagian dari kelembagaan.

“Hal ini yang harus dilakukan Menanggapi Isu Global dan Isu Lokal dalam memperkuat Petani Upland karena Tujuan Upland adalah Kemandirian ,Jika kami berada di depan dan Anggota di Belakang maka akan lambat bahkan bisa saja terhenti dijalan, tapi jika Anggota Upland berada di depan dan kami yang ada di belakang maka saya nyakin kita akan berjalan jauh dan tetap pada koridor.

(Vandytrisno)

Pos terkait