Didampingi Wagub Kandouw, Menteri PPPA Launching Winstore Winskitchen

  • Whatsapp

Minut, detikawanua.com РGuna meningkatkan kompetensi kaum perempuan pengusaha khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) agar bisa bangkit kembali pasca pandemi, kegiatan perdana peluncuran WINSTORE dan WINSKITCHEN melalui Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN) SMATE ISCB (Indonesia Council for Small Business), pada Senin (27/06/2022) siang, dihadiri langsung

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, | Gusti Ayu Bintang Darmawati bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Umum Dekranasda Provinsi Sulut, Rita Maya Tamuntuan-Dondokambey dan Kepala Dinas PPPA Sulut, Devi Kartika Kandouw-Tanos, beserta Deputi dan jajaran Kementerian PPPA, Bupati Mianahasa Utara, Joune Ganda dan Walikota Manado, Andrei Angouw beserta sejumlah kepala dinas terkait di pemerintah Kab/Kota di Sulut.

Bacaan Lainnya

Adapun Wagub Kandouw pada kesempatan tersebut selaku perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, pun mengucap syukur kepada Tuhan dan mengapresiasikan atas kegiatan dimaksud, yang dikarenakan kondisi masih dalam pasca pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, telebih khusus Provinsi Sulut masih survive (bertahan) begitu dengan kehadiran langsung Menteri.

“Kita di Sulut, dari aspek pekerjaan itu ada petani dan nelayan, sehingga di Sulut puji Tuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) masih baik.
Dari aspek UMKM juga residens tentunya perlu harus ada pendampingan dari semua stakeholder karena paling penting dimasa pandemi. Pada intinya di Sulawesi Utara masih berjalan dengan baik dan aman,” terang wagub.

Sementara itu terkait persoalan perizinan usaha khususnya menurut dirinya bahwa, pihak pemerintah tidak tinggal diam dan terus memaksimalkan pelayanan perizinan termasuk bagi para pelaku UMKM.

“Izin usaha dulu jadi momok, namun puji Tuhan setelah pak presiden datang (di Sulut) semua berubah dan relatif jauh lebih gampang dari yang dulu-dulu dan tanpa dipungut biaya,” terang Kandouw.

“Jadi tidak ada lagi kendala bagi masyarakat sehingga hal ini perlu disosialisasikan segingga perlu dirubah mindset dari masyarakat. Kita sebagai pemerintah sudah mempermudah pengurusan izin bagi pelaku usaha, diluar dari perizinan BPOM (untuk kelayakan produk/kadarluasa) dan MUI (yang mengeluarkan label halal),” pungkasnya. (mild70)

Pos terkait