Cikal Bakal Berdirinya KONI Minsel, Ini Kata Letkol JH Maramis

  • Whatsapp

Minsel, detiKawanua.com – Wacana Pembenahan struktur dan Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) santer terdengar di dunia Olahraga Minsel hal ini mendapat tanggapan beragam bahkan isu melebar sampai ke persoalan Pembentukan awal Organisasi besar yang merupakan induk dari Cabang Olahraga (Cabor) yang sudah tergabung dalam KONI Minsel.

Cikal bakal berdirinya KONI pun dianggap perlu dibicarakan dan harus diluruskan selama cerita dan kronologis Pembentukan KONI masih simpang siur dan diduga sengaja digoreng.

Bacaan Lainnya

Adapun sosok yang terlupakan perannya dalam Pembentukan KONI Minsel ternyata seorang Figur Militer warga Amurang asli, dia adalah Letkol Jeffry H Maramis MTh.

Dengan lantang Figur Kekar yang juga Suami dari Ibu Novi Polii bersuah dengan media ini di Rumah Kopi Topas Amurang pekan lalu, beliau pun bercerita. Sekitar tahun 2012, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Minahasa Selatan secara resmi dibentuk. kehadiran KONI Minsel berawal dari Pembicaraan hangat antara Letkol Jeffry H Maramis, M.Th dengan Sekretaris Umum KONI Provinsi Sulawesi Utara Prof H Rogi yang diundang oleh dirinya yang biasa disapa Pak Maramis di Rumah Kopi Topas Amurang disaksikan oleh beberapa sahabat, coba tanya Mariano Kani beliau ada waktu itu.

Mariano Kani ST, MSi pun bercerita sepak terjang seorang Letkol Jefry Maramis kalah itu dalam membentuk KONI Minsel.

‘’Saya ingat persis kalah itu Letkol Jeffry H Maramis, M.Th mengundang Sekum KONI Sulut Prof H Rogi dan membicarakan soal pembentukan KONI Minsel. Pasalnya, waktu itu cabang olahraga (Cabor) beberapa sudah terbentuk. Namun, KONI yang adalah induk dari beberapa cabor justru belum ada,” ucap Mariano.

“Saya dengar pembicaraan antara pak Maramis dan Prof Rogi, ” silahkan bentuk KONI di Minsel dan koordinasi dengan Bupati Minsel Christiany E Paruntu, kata Prof Rogi waktu itu pertemuan di Topas Amurang ,jelas Mariano Kani, ST Msi yang juga saat ini menduduki jabatan Sekretaris PolPP dan Damkar Minsel.

Lanjut Kani pasca pertemuan tersebut , Maramis langsung koordinasi dengan bupati CEP dan meminta KDP untuk membentuk struktur dan komposisi KONI di Minsel lengkap . Maka setelah KONI Minsel terbentuk ternyata pak Maramis tak dimasukan ke dalam struktur KONI.

Sementara itu, Willem Mononimbar dan Johny Tumbuan dan almarhum Berty Setligh yang juga saksi ketika berada di Kios Topas ketika pak Jeffry H Maramis dan Prof H Rogi kalah membicarakan soal pembentukan KONI Minsel membenarkan moment pertemuan tersebut.

“Benar, kecuali Alm. Berty Setligh yang tidak ada lagi. Sementara, saya dan Johny Tumbuan serta Mariano Kani masih ada dan mendengar langsung pembicaraan waktu itu. Dan Prof Rogi mendukung KONI Minsel dibentuk serta dipimpin dari TNI,’’ jelas Mononimbar dan dibenarkan Tumbuan.

Sekarang, tahun 2021 ketua KONI Minsel James Arthur Kojongian (JAK) tersandung kasus dirinya dengan anak dibawa umur juga kejadian dugaan Kekerasaan dalam Rumah Tangga (KDRT) juga KONI Minsel sekitar Juni/Juli 2021 kepengurusan akan berakhir maka dengan demikian KONI Minsel harus menggelar Musda. Namun, belakang ini para pimpinan Cabor di Minsel menghendaki segera dilaksanakan Musdalub dalam rangka pemilihan Ketua umum dan Ketua harian.

‘’Ya, sekarang muncul nama-nama. Diantaranya, Sandra Rondonuwu STh SH, Franky Jirro Lelengboto, ST,  Drs Samuel Pattylima dan nama lainnya dijagokan untuk pimpin KONI Minsel. Namun, tidak melihat cikal bakal kehadiran KONI Minsel waktu tahun 2012 kala itu. Sungguh, para cabor tak melihat dan menyadari siapa sebenarnya orang yang menghadirkan KONI Minsel. Artinya, siapa sangka nama putra Amurang asli Letkol Jeffry H Maramis, MTh ( JHM ) untuk masuk dalam jajaran tersebut,’’ Sebut Kani dan Tumbuan.

Pemerhati Olahraga berharap nama-nama yang muncul bukan untuk cari untung tapi harus mampu membesarkan KONI Minsel. dan nama JHM bisa lebih baik dari mereka. ‘’Kunci utama, mari kita besarkan KONI Minsel demi merapatkan cabang olahraga yang kita cintai untuk Minsel perubahan,’ tutup Mariano Kani.

( Vandytrisno/**)

Pos terkait